Nasional,lpkpkntb.com- Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai duet Anies Baswedan dan Andika Perkasa sangatlah cocok dan mungkin terjadi.
Dirinya menilai Andika lebih berpeluang diusung ketimbang Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. Sebab, Andika sama seperti Anies, sama-sama non partai. Andika juga akan memasuki masa pensiun dan melepas jabatannya pada 21 Desember 2022 saat berusia 58 tahun.
Pertanyaannya, jika bukan AHY, masih terbuka peluang kah Demokrat gabung Poros Gondangia bersama NasDem dan PKS? Menurut Agung, justru karena Andika bukan berlatar partai, saat berkomunikasi denganpartai mana pun, NasDem punya posisi tawar mengusung duet ini.
“Keduanya juga punya track record kepemimpinan publik yang jelas. Karena sama-sama pernah menduduki jenjang kepemimpinan tertinggi kepala daerah dan militer,” terang Agung Dilansir dari Rakyat Merdeka, (20/10).
Di sisi lain, secara strategi, dengan mengusung Andika sebagai cawapres, stigma Anies yang selama ini melekat dengan pemilih Islam kanan dan radikal bisa dieliminir.
“Andika, panglima TNI jelas sosok figur nasionalis. Memang selain cawapres yang dari kalangan Nahdlatul Ulama, wakil berlatar TNI, apalagi yang sudah di pucuk pimpinan, bisa jadi obat untuk stigma kadrun kepada Anies,” terangnya.
Sayangnya, lanjut Agung, skema Anies-Andika ini bakal terganjal jika Demokrat menempatkan AHY sebagai bagian dari paket harga mati Poros Gondangdia. Padahal, tambahnya, duet ini Anies-Andika ini akan solid jika AHY menopang sebagai Ketua Tim Sukses Pemenangannya. “Ini duet dan tim yang amat potensial,” nilainya.
Sebelumnya, munculnya nama Andika sebagai bakal cawapres Anies diamini Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim. “Andika dan Khofifah nama-nama yang ada dalam list kita,” tutur Hermawi kepada wartawan.
Kendati demikian, keputusan akhir soal wakil diserahkan sepenuhnya kepada Anies. “Kita serahkan kepada Anies untuk memilihnya. Intinya, cari pendamping yang kompatibel, menambah elektabilitas, dan bisa kerja sama dengan Anies. Nanti butuh juga kesepakatan koalisi,” ujarnya.[ron/abi].

