Gejala Utama dan Penyebab Sakit Asma..!! Masyarakat Wajib Tahu…

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com- Penyakit asma adalah penyakit pernapasan kronis paling umum di dunia. Penyakit asma menyerang saluran pernapasan (bronkus) yang mengakibatkan terjadinya peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan (hiperaktifitas bronkus). Kondisi peradangan ini menyebabkan saluran bronkus membengkak dan menyempit sehingga udara yang masuk ke dalam paru-paru menjadi terbatas. Selain itu, peradangan juga membuat bronkus menjadi lebih sensitif dan memproduksi lebih banyak lendir. Penumpukan lendir ini membuat saluran nafas semakin sempit sehingga menyebabkan penderitanya mengalami sesak/sulit bernafas dengan lega.

Penyakit asma tidak menular dan tidak dapat disembuhkan, tapi bisa diminimalisir agar tidak selalu kambuh, dengan cara menghindari penyebab atau pemicunya. Pada anak-anak dengan gejala asma yang ringan, penyakit asma akan hilang dengan sendirinya, seiring dengan bertambahnya usia. Akan tetapi pada anak-anak dengan gejala asma yang berat, penyakit ini akan bertahan atau hilang dan muncul kembali di kemudian hari.

Ada 3 ciri/gejala utama pada penderita asma, yaitu:

1. Obstruksi (gangguan) pada saluran pernapasan.

Pada proses pernapasan secara normal, keadaan pita-pita otot disekitar saluran udara , rileks dan udara bergerak bebas. Namun pada penderita asma, zat-zat alergen (penyebab alergi), pilek , virus pada sistem pernapasan serta kondisi lingkungan membuat kondisi pita-pita otot mengencang, mengakibatkan udara tidak bisa bergerak dengan bebas. Terbatasnya udara yang masuk ke dalam paru-paru mengakibatkan terjadinya sesak napas dan udara yang dikeluarkan lewat saluran udara yang sempit menyebabkan bunyi seperti siulan yang disebut juga “mengi”.

2. Peradangan.

Pada penderita asma, saluran bronkial mengalami peradangan sehingga tampak merah dan bengkak.

3.Iritabilitas (sensivitas terhadap rangsangan) saluran pernapasan.

Bronkus pada penderita asma sangat sensitif dan sering bereaksi berlebihan (menyempit) saat dipicu oleh hal seperti alergi, bulu binatang, debu ataupun asap.

 

Waspadai beberapa hal/kondisi yang memicu terjadinya penyakit asma, diantaranya:

1. Alergi

Alergi adalah penyebab paling umum kambuhnya penyakit asma. Alergi dan asma adalah kondisi yang saling berkaitan satu sama lain. Hal ini disebabkan karena adanya kondisi yang disebut rhinitis alergi, yaitu peradangan yang terjadi pada rongga hidung karena adanya reaksi alergi. Reaksi alergi yang terjadi pada penderita rhinitis alergi menyebabkan sistem imun di dalam tubuhnya menghasilkan antibodi yang disebut histamin, yang kemudian diedarkan melalui aliran darah ke seluruh tubuh, untuk menghasilkan berbagai macam gejala alergi, seperti mata berair, bersin terus menerus, flu tiba-tiba, tenggorokan gatal, dan sesak napas yang merupakan gejala khas penyakit asma.

Berdasarkan penelitian 80% penderita asma memiliki alergi yang disebabkan oleh tungau, debu, bulu binatang, serbuk sari bunga ataupun jenis makanan tertentu. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari penderita asma karena sering menimbulkan alergi, diantaranya: telur, susu sapi, kacang-kacangan, makanan laut (udang, kepiting, kerang-kerangan), gandum, kedelai dan buah tertentu.

 

2. Melakukan Olah Raga/Aktivitas Fisik Yang Berat.

Gejala asma dapat terpicu karena melakukan olahraga ataupun aktifitas yang berat. Akan tetapi, hal ini tidak terpaku hanya pada penderita asma saja, karena pada orang sehat pun dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hal ini disebabkan karena saat berolahraga atau melakukan aktifitas yang berat contohnya berlari atau naik tangga, seseorang tanpa sadar menarik dan membuang nafas melalui mulut. Hal ini bisa menjadi pemicu penyakit asma, karena pada mulut tidak terdapat rambut-rambut halus dan rongga sinus seperti yang ada pada hidung, yang fungsinya untuk menyaring dan melembabkan udara. Akibatnya udara kering yang berasal dari luar dan masuk ke paru-paru melalui mulut, memicu terjadinya penyempitan saluran pernapasan yan mengakibatkan sesak. Hal ini dapat terjadi sekitar 5-20 menit setelah beraktivitas yang berat.

3. Batuk

Batuk yang memicu terjadinya penyakit asma biasanya disebabkan karena terjadinya peradangan ataupun infeksi di saluran pernapasan, contohnya karena: flu, rhinitis kronis, sinusitis (radang sinus), bronkhitis, penyakit refluks asam lambung (GERD atau heartburn), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

 

4. Asma Nokturnal

Asma nokturnal adalah penyakit asma yang kambuh di malam hari, di saat tidur. Hal ini disebabkan karena terpapar zat alergen (penyebab alergi), suhu udara, posisi tidur atau karena produksi hormon tertentu di malam hari.

Penyakit asma yang kambuh di malam hari juga dapat disebabkan karena:

Respon yang tertunda dari pemicu asma di siang hari
Menurunnya suhu tubuh yang mengakibatkan terjadinya bronkospasme (penegangan otot di paru-paru)
Sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang mengakibatkan terganggunya pernapasan
Penyakit GERD

5. Konsumsi Obat

Mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat memicu terjadinya penyakit asma. Terutama pada mereka yang sensitif terhadap obat tersebut, contoh: obat penghambat beta blocker yang diberikan pada penderita hipertensi atau gangguan jantung, obat pereda nyeri anti-inflamasi nonsteroid, seperti aspirin, naproxen, diklofenak dan ibuprofen.

 

6. Merokok

Perokok memiliki kecenderungan lebih besar terkena penyakit asma dibandingkan yang tidak merokok. Wanita hamil yang merokok, bayinya beresiko menderita asma karena akan memilki fungsi paru-paru yang buruk dibandingkan dengan bayi yang ibunya bukan perokok.

 

7. Gangguan Asam Lambung (GERD)

Berdasarkan penelitian, lebih dari 80% penderita asma adalah mereka yang memilki riwayat penyakit GERD kronis. Pada penderita GERD, katup otot sfingter yang berada di ujung paling atas lambung, longgar dan tidak bisa tertutup rapat untuk menjaga asam lambung tetap berada di dalam lambung. Akibatnya asam lambung terus menerus naik ke kerongkongan sehingga meenyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan pada bronkus, yang menjadi pemicu terjadinya asma.

Penyakit GERD biasanya terjadi di malam hari ketika penderitanya dalam keadaan tidur. Inilah yang menjadi pemicu beberapa orang mengalami serangan asma di malam hari (nortuknal).

 

8. Strees

Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Brain, Behavior, and Immunity dan Allergology International, stres dapat meningkatkan gejala asma menjadi dua kali lipat.
Tubuh akan merespon stres dengan memicu sistem imun untuk melepaskan hormon tertentu, yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada bronkus dan memicu terjadinya serangan asma.

 

9. Perubahan Hormon

Diketahui, serangan asma pada wanita dewasa 20% lebih banyak dibandingkan laki-laki dewasa. Hal ini diduga karena perubahan hormon yang terjadi pada wanita dewasa. Seperti perubahan hormon yang terjadi pada saat kehamilan , dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan asma. Begitu pun wanita yang mengonsumsi hormon estrogen setelah menopause, juga beresiko terserang asma.

 

10. Obesitas (Berat badan Berlebih)

Obesitas akan meningkatkan resiko serangan asma pada orang dewasa. Diketahui 50% penderita obesitas dewasa menderita penyakit asma. Hal ini disebabkan karena penderita obesitas memiliki cukup banyak jaringan lemak, yang menghasilkan hormon adipokin, yang dapat memicu terjadinya peradangan pada bronkus bagian atas.

 

11. Faktor Cuaca

Pada beberapa orang, kondisi cuaca dapat memicu terjadinya asma. Di musim hujan udara menjadi lembap sehingga mendorong pertumbuhan jamur. Jamur-jamur ini kemudian beterbangan di udara dan bila terhirup dapat menjadi pemicu terjadinya asma. Cuaca yang panas juga dapat menyebabkan hal yang serupa. Menurut teori dari The Asthma UK, menghirup udara pada kondisi yang sangat panas, dapat mengakibatkan bronkus mengalami penyempitan, yang dapat menimbulkan batuk dan sesak nafas. Hal inilah yang menjadi pemicu serangan asma.

 

12. Emosi Yang Berlebihan

Berdasarkan keterangan dari Asthma and Allergy Foundation of America, emosi yang berlebihan dapat memicu serangan asma. Seperti marah, takut, bahagia, tertawa, berteriak dan menangis. Saat penderita asma merasakan emosi yang berlebih, laju pernapasannya dapat terganggu. Perubahan emosi menyebabkan otot menegang atau laju pernapasan meningkat sehingga penderita asma akan susah untuk bernapas.

 

13. Mengonsumsi Makanan/Minuman Yang Mengandung Sulfit.

Penderita asma sebaiknya menghindari makanan/minuman yang mengandung sulfit, karena dapat memicu serangan asma, utamanya penderita asma yang bergantung pada obat steroid. Sulfit terdapat pada makanan yang telah difermentasi dan juga pada makanan olahan. Seperti : jus lemon/limun kemasan, kismis, acar, kentang goreng kemasan, udang beku kemasan, dan juga pada beberapa bahan makanan seperti daun bawang, telur, bawang putih, tomat, selada dan produk kedelai.

(Dikutip dari Behealthylife.com, 21/10).