Berita NTB Terkini & Terpercaya
BerandaIndeks Berita

Ketakutan di Kamar 80 Ribu: Wanita-Wanita di Balik Kasus Agus Buntung

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2024 12 06 17 32 40 78 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122
Ilustrasi: (ist).

Mataram, Kasus terkait Agus Buntung, seorang penyandang disabilitas tanpa lengan yang diduga membawa seorang wanita ke sebuah homestay dan melakukan tindakan tidak pantas, telah menjadi sorotan publik.

Pihak kepolisian, termasuk Polda NTB, sedang menangani kasus ini dengan pengawasan langsung dari Bareskrim Polri.

Baca:Nenek 71 Tahun Di Perkosa Seorang Pemuda 21 Tahun, Kronologis nya Bikin!

Dalam penyelidikan, tim kepolisian juga melibatkan Komite Disabilitas Daerah (KDD) untuk memastikan transparansi dan perlindungan terhadap korban.

Agus diduga menggunakan tipu muslihat untuk memperdaya korbannya. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia disebut memiliki kemampuan memengaruhi para korban untuk mengikuti keinginannya.

Kasus ini telah menuai banyak komentar dari publik dan menimbulkan diskusi mengenai perlakuan hukum terhadap pelaku disabilitas.

Shinta, pemilik Nang’s Homestay di Rembiga, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan gelagat aneh dari sejumlah perempuan yang telah dibawa IWAS (22), difabel tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Shinta mengatakan IWAS sering datang ke homestay tersebut.

Menurut Shinta, IWAS datang dengan perempuan yang berbeda-beda. Shinta menceritakan banyak gelagat aneh dari perempuan-perempuan yang dibawa IWAS tersebut.

“Yang bikin kami curiga itu kadang (perempuan) yang keluar dari kamar itu panik, terus ada yang nangis, ada yang lari terus minta tolong. Masih ada saksi di sini. Dia cerita ke kamar sebelah ‘Saya disuruh buka celananya. Saya takut katanya,” ujar Shinta menirukan kalimat perempuan tersebut di lansir dari detikBali.

Lebih jauh, Shinta mengaku homestay-nya telah berdiri sejak 2003. Di homestay tersebut, terdapat sekitar 15 kamar.

Adapun tarif kamar di homestay tersebut yakni Rp 80 ribu untuk kamar biasa dan Rp 150 ribu untuk kamar yang menggunakan AC. Pasca kasus IWAS mencuat, kunjungan di homestay tersebut tak ada peningkatan.

“Nggak berpengaruh, biasa aja (kunjungan),” bebernya.

Dalam perjalanan kasusnya, Shinta mengaku mengikuti kasus IWAS yang viral.

“Saya lihat Agus ini dari wawancara seolah-olah nyari pembelaan. Dua tiga kali masuk sehari, kan itu bukan sekali. Korban (perempuan) ini kan cantik-cantik,” jelasnya.