Mataram – lpkpkntb. Pembunuhan yang terjadi di sekitar pusat pembelanjaan Kota Mataram, atas nama Muhdan (40), menjadi korban penikaman hingga tewas, dan Muhit (50), warga RT III Lingkungan Taman, Kelurahan Pagesangan Timur Kota Mataram. Saat kejadian korban tengah berjualan nasi di warungnya sekitar pukul 14.48 Wita. Selasa/06/09/22.
Polisi menemukan fakta baru terkait kasus pembunuhan Muhdan (40) warga asal Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram, NTB. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ternyata sempat berduel dengan pelaku Muhit (50) sekitar pukul 19.10 Wita.
Menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan ” Pelaku sempat melempar korban dengan batu ke arah ruko tempat korban berjualan nasi di Jalan Rn. Nuraksa Pagesangan Timur. Pelaku kemudian mengambil parang dan menikam korban hingga tewas ” katanya.
Dari hasil olah TKP lanjutan bahwa hilangnya nyawa korban itu ketika ditikam pelaku. Namun, sebelum itu korban dilempar batu dan berduel dengan pelaku, ” Pelaku ambil parang dan menikam korban,” kata Kadek di lokasi kejadian.
Kata Kadek, korban sempat terjatuh di selokan sekitar 30 meter sebelah selatan dari TKP pertama. Ia menyebut pelaku sengaja memancing kemarahan korban sehingga duel berujung maut itu terjadi.
“Pelaku ini memang secara frontal memancing kemarahan korban sehingga duel sebentar. Sempat jatuh di got (selokan) dan menusuk korban hingga berlumuran darah,” kata Kadek.
Setelah kejadian penikaman itu, korban pun sempat dilarikan oleh warga menuju RSUD Kota Mataram. Berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar, korban mengalami luka-luka cukup serius di bagian tangan, dada, ketiak, dan paha.
Kami masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara. Olah TKP ini untuk ambil sudut pandang korban. Bagaimana pelaku menikam dan menusuk korban. Kami pun pelajari bagian tubuh mana yang kena tusukan,” lanjut Kadek.
Kesaksian tetangga korban, Sahidan (52), Muhdin bersimbah darah usai ditikam parang berkali-kali oleh pelaku. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun tewas dalam perjalanan. “Tiba-tiba bawa parang keluar rumah tikam korban hingga luka-luka. Korban tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram,” kata Sahidan.
Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku melempar batu ke tempat korban berjualan hingga terhjadi peristiwa penikaman tersebut. “Motifnya masih kita dalami. Kami pun masih memeriksa keterangan beberapa saksi. Setelah itu kami sinkronkan antara hasil olah TKP dan keterangan para saksi ” tutupnya Kadek.

