lpkpkntb.com- Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri ikut bersuara kepada kadernya usai Walikota Bandung Yana Mulyana yang kader Gerindra ditangkap atau kena OTT KPK.
Megawati tidak ingin ada kadernya yang tertangkap oleh KPK seperti kejadian yang dialami Walikota Bandung Yana Mulyana.
Megawati Soekarnoputri langsung menerbitkan instruksi khusus untuk para kadernya usai kejadian di Bandung.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengurai bahwa isi instruksi itu adalah permintaan agar kader tidak menyalahgunakan amanah rakyat.
“Begitu kami mendengar adanya OTT, kami mengeluarkan instruksi kembali untuk mengingatkan seluruh kader-kader PDI Perjuangan untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan, ujar Hasto kepada wartawan, Minggu (16/4).
Menurutnya, isi instruksi partai itu sejalan dengan perintah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar kader tidak korupsi.
Di satu sisi, Megawati juga sudah berulang kali mengingatkan kader agar konsisten tidak menerima gratifikasi.
“Jangan pernah menyalahgunakan kekuasaan. Itu pesan Ibu Mega,” katanya.
“Dan kami menjawab melalui pendekatan sistem pencegahan, tetapi juga memberikan sanksi yang tegas bagi kader-kader PDI Perjuangan yang terlibat korupsi,” ucapnya.
Diketahui, Walikota Bandung Yana menerima suap sebanyak Rp924,6 juta dan kena OTT KPK pada Jumat (14/4) malam.
Adapun yang menjadi tersangka dalam kasus ini antara lain Walikota Bandung Yana Mulyana, Kadis Perhubungan Dadang Darmawan, Sekretaris Dishub Khairul Rijal, Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (SMA) Benny, Manager PT SMA Andreas Guntoro , dan CEO PT Citra Jelajah Informatika (CIFO) Sony Setiadi.
(Ron/Abi).

