Renungkan!!! Pada Dasarnya Manusia Memang orang yang Fakir Jangan Sombong!

lpkpkntb.com – Ketahuilah bahwasanya hartamu hanyalah titipan ilahi sebagaimana yang di jelaskan dalam firman Allah  SWT,

آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

Dalam surat Luqman ayat 18 tertulis, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Sementara Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR.Muslim).

Sifat sombong juga dapat menjadi bahaya bagi umat muslim. Orang-orang yang sombong bahkan diabaikan Allah SWT pada hari kiamat.

Konsekuensi dari penjelasan ayat dan hadist nabi di atas antara lain:

Pertama: Perintah untuk beriman pada Allah dan Rasul-Nya.

Kedua: Dorongan untuk berinfak.

Ketiga: Pahala yang besar di balik, iman dan infak.

Keempat: Jangan berlagak sombong maupun membanggakan diri

Kelima: Jangan suka merendahkan/meremehkan orang lain.

Keenam:  sebagaimana Al Qurthubi menjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta tersebut milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakkan hartanya pada jalan Allah sebagaimana halnya seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya, maka ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak. ”

Al Qurtubhi sekali lagi mengatakan, “Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian bukanlah miliki kalian pada hakikatnya. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta tersebut yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian. ”

Lantas Al Qurtubhi menutup penjelasan ayat tersebut, “Adapun orang-orang yang beriman dan beramal sholih di antara kalian, lalu mereka menginfakkan harta mereka di jalan Allah, bagi mereka balasan  yang besar yaitu SURGA.” (Tafsir Al Qurthubi, 17/238)

Intinya maksud Al Qurthubi, harta hanyalah titipan ilahi. Semua harta Allah izinkan untuk kita manfaatkan di jalan-Nya dalam hal kebaikan dan bukan dalam kejelekan.

Dalam  Al-Quran terdapat kisah yang menunjukkan bahwa sifat sombong dapat menyebabkan kehancuran. Kisah ini dijabarkan dalam Al-Quran melalui beberapa surat yang menceritakan tentang siapa itu Qarun..?!. Seorang yang kaya raya, ia hidup pada masa Nabi Musa as.

Dalam surat Al-Qasas ayat 76 diceritakan bahwa Qarun adalah umat Nabi Musa yang dilimpahi harta kekayaan.

“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri,” (QS. Al-Qasas 76).

Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir karya M. Abdul Ghoffar, Qarun disebutkan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi Musa. Awalnya ia dikenal sebagai sosok yang pintar dalam berdagang. Ia juga mendapat julukan ‘Munawir’ yang artinya bercahaya. Qarun juga dikenal sebagai orang yang memiliki suara merdu kala membaca kitab Taurat.

Atas permintaan Qarun, Nabi Musa mendoakan agar Allah SWT melimpahkan harta benda. Bukan tanpa alasan, Nabi Musa mendoakan karena melihat Qarun selama ini dikenal sebagai orang yang soleh.

Saking banyak harta yang dimiliki, Qarun bahkan tak pernah pergi seorang diri. Dikisahkan bahwa setiap keluar rumah ia selalu berpakaian mewah didampingi oleh 600 orang pelayan terdiri atas 300 laki-laki dan 300 lagi pelayan perempuan. Bukan hanya itu, ia juga dikelilingi oleh 4.000 pengawal dan diiringi 4.000 binatang ternak dan 60 ekor unta yang membawa kunci-kunci gudang kekayaannya.

Dengan kekayaan yang berlimpah ini, ternyata Qarun menjadi ingkar dan berkhianat.

“Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.” (QS. al-Qasas: 78).

Harta kekayaan Qarun lenyap saat ia diperintahkan untuk membayar zakat namun ditolaknya dengan alasan zakat akan mengurangi hartanya. Kisah Qarun ini juga disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 39.

“Dan (juga) Qarun, Fir’aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah) (QS Al-Ankabut : 39)

Puncak kesombongan Qarun terjadi saat ia merasa menjadi orang yang paling baik dari seluruh umat manusia. Saking sombongnya, ia bahkan menyebutkan tidak membutuhkan apapun karena merasa dirinya sudah sangat kaya. Termasuk Qarun mengatakan tidak butuh ampunan Allah SWT serta tidak takut dengan ancaman Allah SWT.

Oleh karena itu,  apabila harta ini  Allah ambil, maka itu memang milik-Nya. Tidak boleh ada yang protes, tidak boleh ada yang mengeluh, tidak boleh ada yang merasa tidak suka karena manusia memang pada hakikatnya, orang yang fakir yang tidak memiliki harta apa-apa.

Demikian penjelasan tentang  harta dan kisah seorang Qorun, dan Qorun salah satu hamba Allah yang kaya raya  di zaman nya, Semoga para pembaca dapat terhindar dari perbuatan sombong dan lupa bahwa harta itu hanya milik Allah SWT dan apabila Allah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Semoga bermanfaat. Aamiin.