Segera Cek Rekening, Siapa tau Nasib Kita Seperti Pegawai Honorer yang Kaya Mendadak..!!! Berikut Kisahnya….

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com- Seorang pegawai honorer di Kabupaten Buol  kaya mendadak, karena terdapat uang Triliunan tiba-tiba ada dalam Rekeningnya.

Awalnya ia pergi ke bank dengan maksud hati mengurus BSU (Bantuan Subsidi Upah) dari pemerintah.

Namun, betapa kagetnya dia saat mengetahui ada uang Rp14 triliun masuk ke rekeningnya.

Ya, seorang pegawai honorer Sekretariat DPRD Buol, Provinsi Sulawesi Tenggara ini tentu ssaja kaget saat mengetahui ada transferan uang Rp 14,8 triliun yang masuk ke rekening pribadinya.

Merasa khawatir dan takut mendapat transferan dana begitu besar, pegawai honorer perempuan berinisial NS tersebut pun memberitahu kejadian aneh ini kepada suaminya.

NS dan sang suami sepakat untuk minta kejelasan soal transfer uang triliunan tersebut ke bank pada hari Jumat (23/9/2022) kemarin.

Namun karena kesibukan masing-masing, keduanya belum sempat ke bank.

Akhirnya persoalan salah transfer yang dialami NS diceritakan ke beberapa rekannya, termasuk Sekwan dan pimpinan DPRD Buol.

NS memperlihatkan buku rekeningnya kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) dan Ketua DPRD Buol.

Ketua DPRD Buol Srikandi Batalipu saat dikonfirmasi TribunPalu.com membenarkan, bahwa dirinya telah melihat buku rekening staf tersebut.

“Tadi diperlihatkan ke kami,” kata Ketua DPRD Buol Srikandi Batalipu via telepon, Sabtu (24/9/2022) dikutip dari TribunPalu.com, Senin (26/09).

Politisi Partai Golkar Buol tersebut menyarankan NS untuk melaporkan masalah ini ke Polres Buol.

Sementara itu, Sekretariat DPRD Buol Munawir A Nouk menjelaskan kronologi lengkap kejadian salah transfer ke rekening pegawai honorer Sekretariat DPRD Buol senilai Rp 14,8 triliun tersebut.

Dihubungi melalui telepon selular (ponsel), Munawir menjelaskan, kejadian itu berawal saat NS diketahui berangkat ke bank bersama dua rekannya di DPRD Buol dikutip dari TribunPalu.com, Senin (26/09).

Mereka ke bank untuk mengurus pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) menggunakan rekening yang dimilikinya.

Rekening milik NS yang dibuat 2018, terakhir aktif 2020.

Sehingga pihak bank menyarankan agar NS mengaktifkan kembali rekeningnya dengan menyetor uang Ro 100 ribu. [ron/abi].