lpkpkntb.com – Pernah bertemu dengan orang malas? Atau jangan-jangan kita sendiri salah satu dari pemalas itu? Malas bergerak, malas berpikir, dan malas berkarya. Kalau begitu cobalah bertukar tempat dengan Irfan Hafiz.
Beliau adalah seorang muslim berusia 37 tahun yang sangat ingin bangun dari ranjangnya dan bergerak seperti orang lain.
Aktivitas melelahkan apapun seperti berjalan di siang terik, letihnya datang ke kantor, atau jenuhnya menjajakan dagangan, Irfan dengan senang hati akan melakukan semua hal itu yang kita sendiri malas mengerjakannya. Sayangnya, Irfan tidak bisa.
Pemuda asal Sri Lanka ini mengidap sebuah penyakit yang memaksanya harus duduk di kursi roda pada usia 12 tahun, lalu penyakit itu semakin parah sehingga sejak usia 18 tahun ia hanya bisa tidur tertelungkup di atas kasur.
Dokter mendiagnosis kelainan yang disebut Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) yang memang belum ada obatnya. Tak hanya menyebabkan kelumpuhan otot, DMD juga membuatnya kesulitan bernapas sehingga harus dibantu ventilator.
Namun selama penyakit itu tidak menyerang semangatnya, maka Irfan pun tak mengenal kata malas. Ia masih bisa melihat, berbicara, dan menggerakkan mouse dengan telapak tangannya. Ia meminta sebuah laptop kepada ayahnya dan mulai berkarya!
Kegigihannya membuahkan hasil, Irfan Hafiz sukses menyelesaikan tiga judul buku berbahasa Inggris yang menginspirasi hampir semua rakyat Sri Lanka.
Ia berbicara tentang kehidupan, tentang keluarga, dan apa yang ia lakukan selama ini sampai bisa bertahan hidup melebihi prediksi dokter. Inilah salah satu yang ia tulis,
“What I could learn in my life so far is if you can build up a strong mind with courage, you would be able to face and defy whatever the difficulties and grievances that you come across in your life.”
(Selama hidup ini aku belajar bahwa jika kamu dapat membangun pikiran yang kuat, dan kegigihan yang hebat, maka kamu pasti sanggup melewati masalah apapun dalam hidupmu)
Bulan Agustus ini tepat dua tahun setelah wafatnya Irfan pada 2018. Meninggalkan sebuah pelajaran berharga bagi kita semua bahwa penyakit pikiran sama berbahayanya dengan penyakit fisik.
Jika malas menyerang, maka kita pun menjadi enggan bergerak, enggan berpikir, apalagi menghasilkan karya. Semoga Allah menyembuhkan kita semua dari penyakit malas, dan menggantinya dengan kegigihan (courage) seperti yang dimiliki Irfan Hafiz!
Salam Bertumbuh.
⏰ Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!
Penulis : Ustaz Arafat
