lpkpkntb.com – Sebelumnya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan calon presiden dan wakil presiden terbaik pilihan partai. Syarief berharap pendeklarasian koalisi dan capes-cawapres bisa dilakukan di bulan Februari 2023.
“Bisa dua minggu lagi, bisa sebulan lagi. Mudah-mudahan doakan saja Februari ya,” kata Syarief saat dihubungi, Selasa (10/1). di kutip dari detik.com. Rabu, (11/1/23).
Syarief berharap di bulan Februari itu akan ada pendeklarasian koalisi Partai Demokrat, PKS dan NasDem. Ia berkeinginan di bulan tersebut juga sudah sekaligus pendeklarasian capres dan cawapres.
“Mudah-mudahan koalisinya terbentuk, mudah-mudahan berbarengan (paket capres-cawapres),” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Syarief berharap Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan. AHY diharapkan bisa mendampingi Anies Baswedan untuk maju.
“Nggak (disampaikan di tim kecil), inikan perkiraan kita, harapan kita. Ya harapannya begitu (AHY cawapres Anies) mudah-mudahan ya,” katanya.
Sementara, Ali menyampaikan masing-masing partai Koalisi Perubahan mengajukan cawapres kecuali NasDem. Ali mengatakan yang terpenting sosok yang akan mendampingi Anies dalam Pilpres 2024 nantinya bisa mendongkrak suara yang tak cuma pemilih Anies.
“Kita berkoalisi tiga partai, NasDem sudah sejak awal melihat Anies sebagai capres dia bukan kader NasDem dan tidak pernah me-NasDem-kan Anies. Kemudian juga PKS, kemudian juga Demokrat. PKS menawarkan Aher, Demokrat menawarkan AHY, nah kalau semua bicara kemungkinan partainya, pertanyaannya NasDem gimana? Kami sudah lah, kita tidak bicara NasDem dapat apa, yang penting kita mau mengajukan capres ini kan dengan pertimbangan harus menang,” ucapnya.
Dia menilai harapan Demokrat sah-sah saja ingin AHY menjadi cawapres Anies. Menurutnya hal itu masih terlalu prematur.
“Yah itu sah-sah aja sebagai harapan, tapi di kertas kita belum pernah bicarakan dan Pak Anies belum pernah bicarakan itu kepada Partai NasDem. Jadi saya pikir ini masih hal yang terlalu prematur,” jelasnya.
Lebih lanjut Ali tidak mau dalam Koalisi Perubahan terjadi ‘penguncian’ hanya karena memaksakan kehendak. Dia memastikan apabila ada ‘penguncian’ terhadap cawapres Anies, Koalisi Perubahan bisa saja bubar.

“Ini bukan harga mati yang kemudian kalau tidak AHY kami tidak mau. Ya itu namanya mengunci kan. Kalau terjadi seperti itu, saya pastikan koalisi ini tidak berjalan,” ungkap dia.