Waduh ! Oknum Kepala Desa Di Duga Sunat BLT Warga Lombok Tengah

Avatar of lpkpkntb
1189292231 169

lpkpkntb- com. BLT (bantuan langsung tunai) dan serangkaian bantuan sosial (bansos) lainnya digelontorkan pemerintah untuk menekan risiko krisis ekonomi di masyarakat. Ada beberapa BLT dan Bansos yang cair di tahun 2022.

di kutip laman suaralomboknews.com, Salah satu penggerak pemuda  Forum Pemuda dan Masyarakat Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut dan memproses hukum kasus dugaan pemotongan Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Tunai Langsung Dana Desa (BLT DD) tahun 2021 – 2022 yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Setiling, Lalu Agus Satriadi.” Dugaan pemotongan BLT DD terjadi dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022, untuk itu kami meminta kepada APH untuk memproses hukum kasus dugaan pemotongan BLT DD Setiling,” pinta Ketua Forum Pemuda dan Masyarakat Desa Setiling, Supriadi Umami, SH, Senin, (23/1/2023) melalui laman suaralomboknews.com.

Sambung, Supriadi mengungkapkan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Setiling tidak utuh menerima dana BLT DD, bahkan ada KPM yang hanya disuruh tanda tangan dan di foto saja namun tidak diberikan dana BLT DD dan ada juga KPM yang disuruh mengaku telah menerima dana BLT BBM. “ Semua keterangan dan pengakuan KPM sudah kami kumpulkan.

Sesuai aturan, per 3 bulan KPM menerima dana BLT DD sebesar Rp 900 ribu, tetapi diduga dipotong dan hanya menerima Rp 300  sampai dengan Rp 400 ribu per 3 bulan per KPM. Ada juga KPM hanya disuruh tanda tangan dan di foto lalu dana BLT DD diambil lagi, bahkan ada juga KPM yang disuruh mengakui telah menerima dana BLT DD 4 bulan, padahal yang diterima hanya 2 bulan,” jelasnya.