20 Pemuda Lombok Tengah Ini Nekat Naik Motor Hadiri Resepsi 1 Abad NU di Sidoarjo

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – SIDOARJO – Diperkirakan kurang lebih 4 juta warga Nahdliyin dari seluruh pelosok negeri membanjiri Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk menyaksikan acara resepsi puncak peringatan Hari lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (07/02/2023).

Di antara jutaan Nahdliyin tersebut, salah satunya adalah rombongan 20 orang  pemuda yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka nekat naik sepeda motor dari Lombok Tengah menuju ke Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga:

Penyebab Turunnya Harga Pasaran Kambing Di Lombok Tengah, Peternak Mengeluh

Rombongan pemuda NU yang dipimpin oleh Hamzanwadi ini mengaku nekat jauh-jauh menghadiri acara resepsi 1 Abad NU dengan mengendarai motor karena jiwa NU telah melekat pada diri mereka.

“Kami bertekad untuk hadir ke acara puncak peringatan 1 Abad NU dengan rombongan bermotor dari Lombok Tengah dimotivasi oleh semangat dalam berjam’iyyah Nahdlatul Ulama. Momen 1 Abad ini tidak mungkin diperingati setiap tahun.  Mumpung ada kesempatan, maka kami nekat untuk menghadiri acara tersebut,” kata Hamzan, Rabu (08/02/2023).

Lebih lanjut, Hamzan menceritakan, rombongannya baru tiba di Sidoarjo pada hari Selasa (07/02/2023) karena ada sedikit keterlambatan pemberangkatan kapal penyeberangan dari Bali menuju ke Banyuwangi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan tekad dan niatan mereka untuk menjadi bagian dari santri Mbah Hasyim Asy’ari.

Baca juga:

Kurikulum Dalam Pengaruh Kekuasaan dialektika Politik dan Kepentingan?

“Terimakasih kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo dan semua warga Sidoarjo yang telah memberikan tempat penginapan dan semua fasilitasnya untuk kami semua,” ungkapnya.

Esok harinya, rombongan pemuda tersebut berpamitan untuk meneruskan perjalanannya berangkat menuju ke makam para auliya dan muassis NU, diawali di makam KH Ali Mas’ud Pagerwojo. Dilanjutkan menuju ke makam Sunan Ampel, Mbah Sholeh (makam kembar ampel) santri Sunan Ampel, KH Hasan Gipo, KH Abdul Hamid Pasuruan, dan terakhir di makam KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo.

Baca juga:

Masa Sih! Memeluk Pohon Bisa Kurangi Stres dan Baik untuk Kesehatan Mental

Rombongan bermotor ini membawa serta bendera NU berukuran kecil dan besar, yang kecil dipasang di depan setiap motor dan yang berukuran besar dikibarkan saat berkendara.

(Budiawan Saputra).