Akibat Kelalian Sebanyak 8 Santri diLarikan ke RS Ruang Latihan Meledak

Avatar of lpkpkntb

Innalilahi– Sebanyak 8 Orang Santri Ponpes Alwasilah Lemo Jadi Korban Luka Bakar Sekujur Tubuh akibat Ledakan Thinner Cat di Balai Latihan Kerja (BLK) pada saat pelatihan Pertukangan di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (12/08/23).

Baca juga;

Baru Tahu! Tetesan Minyak Kayu Putih Membawa Berkah, Masalah Bertahun-tahun di atas Kasur Akhirnya Tuntas

Ke 8 Korban sekarang berada di Rumah Sakit Umum Daerah sementara mendapat perawatan medis.

Menurut keterangan saksi, kronologi kejadian dipicu oleh kelalaian saat sementara kegiatan pelatihan berlangsung.

Baca juga:

SOMBONG, AROGANSI OKNUM KEPALA DINAS TEROBOS JALAN SEDANG DICOR BUKAN DI NTB!

Di duga saat istrihat beberapa peserta pelatihan merokok di dalam ruangan tertutup yang isinya ada beberapa kaleng Thinner Cat, seketika ruangan meledak.

Berikut nama ke 8 santri dan beberapa santri masih sulit untuk menghubungi pihak keluarganya:

Baca juga:

Jadwal Penerimaan CASN dan CPNS 2023 Lengkap Kisi-Kisi Soal Catat Sekarang!!

1. Muh Taslim, Malunda
2. Amri, Desa Sali-sali
3. Reski, Binuang
4. Hajar, Tandakan
5. Aldo, Sauran
6. Syam, Sauran
7. Arwin, Tallang bulawan
8. Sudirman, Tanro

Sementara keterangan dari Instruktur Balai Pelatihan Kerja Ponpes Al Wasilah, Muhidin mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada saat para santri sementara berisitirahat.

“Jam istirahat mereka duduk sambil main musik di dalam ruangan itu, sementara saya ada tamu.

Baca juga:

Ratusan Peserta Seminar Nasional, Sertifikasi Profesi Berkompeten Usia Produktif Tahun 2030 UNU NTB

Saya tidak tahu apa yang mereka buat di dalam. Nanti setelah ada siswa teriak api-api, baru saya ambil ember. Kejadiannya sekitar 10.30 WITA,” kata Muhidin.

Muhidin yang berinisiatif ingin memadamkan api, namun api yang begitu besar sehingga dia pun meminta bantuan ke pegawai lainnya untuk memadamkan api yang berkobar di dalam ruangan praktik latihan pertukangan tersebut.

Baca juga;

Ribetnya Administrasi Dosen Ditjen Diktiristek Rilis SISTER Berbasis Cloud

“Mereka latihan pertukangan, ada delapan orang. Mereka tutup pintu karena main musik.

Saya tidak tahu apakah mereka merokok atau apa, isi dalam ruangan itu tiner dan cat,” ungkapnya.

Dalam pelatihan praktik pertukangan tersebut, sebut Muhidin diikuti sebanyak 16 orang santri yang saat ini duduk di bangku kelas 3.

“Semua siswa kelas 3, mereka terjebak apinya juga sangat besar. Total santri yang ikut praktik ada 16 orang yang hadir yang hanya 14 orang,” jelasnya. (Erwin)