lpkpkntb.com – Mataram – Seminar Nasional yang berlangsung di Aula UNU NTB menghadirkan Wakil Ketua BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Miftakul Azis ,M.H. Sebagai narasumber.
Seminar di Hadiri Ratusan Dari Kalangan Akademisi UNU, Guru, Perwakilan Mahasiswa Hingga Wakil Rektor I,II dan III.
Baca juga:
ROADSHOW LITERASI DIGITAL DI DESA GONTORAN, DAPATKAN SERTIFIKAT HALAL CENTER DI UNU NTB GRATIS!!
Sambutan di sampaikan Ibu Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I. Dalam sambutan nya beliau menyatakan, ” Siapa saja yang mengabdikan diri di UNU NTB insya Allah berkah, ini bukan mitos tapi real karena sudah beberapa menteri bahkan Wakil Presiden hadir di ruangan yang sederhana ini, Insya Allah berkah dan sukses.
Ketua KPK yang sekarang juga pernah berkhidmah, menjadi narasumber & silaturrahim di aula UNU NTB,” Pungkas Rektor UNU NTB.
” Selamat datang Bapak Miftahul Azis. Untuk diketahui di kampus ini baru menampung 4 ribu Mahasiswa dan baru berdiri 8 tahun, Insya Allah target kedepan lebih banyak lagi mhon doa dan dukungannya. Alhamdullah kampus kita masuk sepeluh besar dari predikat kampus PTN dan PTS Nasional.
Hal ini tidak jauh dari kerja keras civitas akademika dan tokoh-tokoh yang terlibat.
Universitas Nahdlatul Ulama NTB harus mampu memberikan yang berdampak dan memberikan dampak berpengaruh terhadap ummat. karena ini adalah amanah yang diberikan para pendiri NU,” Terang Rektor.
” Dari hari ke hari, bulan ke bulan dan seterusnya, kami tetap berproses dan menjadi lembaga perguruan tinggi yang baik dan unggul. Insya Allah lagi sebentar akreditasi kami yang baik menjadi unggul,” kata Rektor.
Baca juga:
Hingga hari ini, lebih dari, ” 500 sertifikat Halal capian dalam 2 bulan, dan 200 produk masih antri untuk segera di halalkan produknya. Ini bagian dari ikhtiar UNU dan bukan hanya dalam layanan formal, tapi hadirnya UNU NTB sebagai solusi serta keberkahan bagi Ummat, Halal Center satu-satunya masuk di Nusa Tenggara Barat dan kita gratiskan,” jelas Rektor Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I.
Kemudian dari Narasumber Bapak Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Miftakul Azis, M.H. menyampaikan, ” Kalau ke UNU terasa lagi pulang ke rumah keluarga dan untuk mencapai Eselon 1 ini butuh proses panjang kurang lebih 35 tahun. Ini dikarenakan keberkahan dari NU,” terang.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Miftahul Aziz, menyatakan, ” Upaya penyiapan skema kompetensi sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) perguruan tinggi termasuk UNU NTB harus didukung validitas yang terkait dengan ketelusuran dan penjaminan mutu. Selain itu, juga diperlukan review kurikulum yang disandingkan dengan standar kompetensi untuk skema sertifikasi,” tuturnya Dia.
Baca juga:
Kemudian, Miftahul Aziz berharap, keberadaan LSP akan berdampak pada penjaminan mutu yang dilakukan dengan dukungan ekosistem di UNU NTB.

Ditegaskannya, ” LSP hanya merupakan ujung dari sebuah proses yang dilakukan terhadap penyiapan SDM di pendidikan tinggi. Dengan telah tersertifikasinya beberapa program studi,” sambung Wakil Ketua BNSP itu.
Kata Dia,” Indonesia diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang.
Bonus demografi yang dimaksud adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia,” kata Miktahul Azis.
Baca juga:
Rekrutmen CPNS 2023 di Nusa Tenggara Barat Inilah Jumlah Formasi di Masing-Masing Kabupaten/Kota
Lebih lanjut, ” Bonus demografi menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia untuk melakukan berbagai percepatan pembangunan dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) berusia produktif yang melimpah. Apalagi, tahun 2030 terdapat agenda besar pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Sejalan dengan itu, pemerintah pun telah mencanangkan Visi Indonesia Emas tahun 2045 dengan harapan terciptanya generasi produktif yang berkualitas.
Kalau kita gagal merespon bonus ini, maka akan menjadi bencana bagi demografi. Contohnya sudah ada yang dulunya mampu mengelola momentum ini dan sekarang menjadi Negara yang luar biasa. seperti di Negara Jepang, Korea, Selatan dan beberapa Negara di Eropa,” terangnya.
Dulu mengalami loncatan demografi pada 30 tahun lalu. Hari ini mereka sudah hampir habis masanya.
Bapak Ibu kalau ada peluang pekerjaan di Jepang, Salah satu yang paling banyak adalah merawat orang jumpo, Kenapa demikian..? karena usia, ” Produktif mereka menurun dan saat ino jepang sudah mulai melakukan riset agar usia produktif tidak hanya 65 tahun tapi 85 Tahun, ” Kata Miktahul Azis. Wakil Ketua BNSP.
(Abi)
