SEBANYAK 144 GURU PENGGERAK ANGKATAN 8 PROVINSI NTB DINYATAKAN LULUS

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com –  Mataram. Menteri Nadiem mengatakan Guru Penggerak adalah mercusuar yang mampu menerangi lingkungan di sekitarnya mendorong pemangku pendidikan untuk bergotong-royong menghadirkan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, dan berpusat pada pengembangan potensi murid.

Melalui Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 8 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi berakhir pada saat penutupan hari kamis 28 Desember 2023 yang dilakukan secara virtual melalu zoom meeting.

BACA JUGA:

https://www.lpkpkntb.com/penuh-rasa-haru-kesan-mahasiswa-unu-ntb-selama-plp-di-sdn-1-gegerung-lingsar-%f0%9f%a5%b9%f0%9f%a5%b9%f0%9f%a5%b9/

Koordinator PPGP Angkatan 8 BGP NTB Nurdiaul Fajri melaporkan bahwa “ada 144 orang peserta PPGP angkatan 8 provinsi NTB yang terdiri dari Kabupaten Lombok Barat 16 orang, Lombok Tengah 15 orang, Lombok Timur 19 orang, Kota Mataram 19 orang, KLU 13 orang, Kabupaten Bima 14 orang, Sumbawa 19 orang, Dompu 15 orang, dan Kota Bima 14 orang. Secara keseluruhan jumlah peserta sebanyak 144 orang di nyatakan lulus dan menerima sertifikat setelah selesai penutupan ini”.

Lebih lanjut dia menambahkan “Hasil penilaian diproleh dari fasilitator dan pengajar praktik (PP) yang telah terakomodasi dalam SIM PKB dan telah diolah sesuai dengan ketentuan evaluasi yang terdapat dalam pedoman pendidikan guru penggerak nomor 1302/P/PD.00.02/2023 dan hasil rapat koordinasi kelulusan PGP angkatan 8 tanggal 8 – 11 Desember 2023 di Aruna Senggigi ”.

Baca juga:

Sebanyak 7 Siswa SMK Negeri 1 Kotaraja di Terjunkan Langsung Praktik Kerja Lapangan (PKL) Menuju PT. Baling-Baling Bambu

Kepala BGP NTB Drs. Suka, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa “semoga predikat lulus guru penggerak ini memberikan dampak lebih luas kepada bapak ibu guru lainnya sehingga jargon guru penggerak; tergerak, bergerak dan menggerakkan betul-betul terwujud”.

Salah satu peserta PPGP Angkatan 8 dari Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Apandi mengatakan bahwa “proses pendidikan dalam program pendidikan guru penggerak ini sangat baik dengan mengkombinasikan metode syncronus dan asyncronus dibawah bimbingan fasilitator dan pembinaan dari pengajar praktik.

Kami sangat merasakan manfaat dari program ini mulai dari penguatan kapasitas diri dalam alur mulai dari diri dan ekplorasi konsep, berkolaborasi dengan peserta lain dalam ruang kolaborasi, kemudian mengaplikasikannya dalam demontrasi kontekstual, mendapatkan pencerahan dari instruktur dalam eksplorasi pemahaman, setelah itu menghubungkan antar materi dalam koneksi antar materi, dan yang terakhir adalah aksi nyata”.

Baca juga:

Kuliah Umum Kebangsaan Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Memperkuat Himmah Civitas Akademika UNU NTB, Begini Isi Kuliahnya Bikin..
“Semoga program ini dapat diikuti oleh seluruh guru karena guru adalah ujung tombak kwalitas pendidikan”. Sebaik apapun kurikulumnya tapi guru yang menjalankannya tidak capale, maka tidak akan memberi dampak signifikan terhadap kwalitas pendidikan.

Ia juga menyampaikan, ” Guru Penggerak ini sebagai salah satu alternative dalam penguatan dan peningkatan kwalitas guru yang dapat memajukan pendidikan disekolah masing-masing pada khususnya dan pendidikan secara nasional pada umumnya”  tutupnya.

(Abi/Fan)