lpkpkntb.com – Sebanyak 51 orang peserta mengikuti Workshop Diseminasi Studi Dokumentasi tentang pembelajaran dan praktek baik respon kesiagaan darurat di Propinsi NTB, yang berlangsung di Fivehotel Mataram. Kamis, (25/1). Jalan Langko Dasan Agung Baru Mataram.
Menurut keterangan dari Koordinator acara Khaerul Anam, M.Fis menyampaikan ke media, “Optimisasi Kesiapsiagaan Bencana: Pelajaran dari Praktik Respon Darurat di Empat Provinsi” (Provinsi NTT, NTB, Sulawesi Tengah, dan Banten).
Baca Juga:
Workshop Food and Beverage Budgeting di Fave Hotel Mataram
“ADRA Indonesia, lembaga kemanusian yang berfokus pada kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, telah melakukan diseminasi studi tentang pembelajaran dan praktik baik respon kesiapsiagaan darurat di empat provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Dosen yang mengajar di perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat, Khaerul Anam.
Kemudian, Ia juga menyampaikan, ” ADRA Indonesia melakukan diseminasi studi tentang praktik dan kebijakan kesiapsiagaan darurat, mengevaluasi serta mencari cara untuk memperbaiki sistem kesiapsiagaan,” ujarnya.
Sambutan dari Manager projek Aminuddin Magantani mengatakan, ” Kaitan dengan kegiatan hari ini adalah upaya kesiap siagaan bencana yang sudah dilakukan, kedepanya kami berharap dapat melakukan konstribusi lebih banyak untuk membantu pemerintah dan masyarkat NTB,” harapnya.
Baca Juga:
Ruang Guru, Dalam Mengajukan Usulan DUPAK Terdapat Beberapa Berkas Lampiran Yuk! Disimak
” Ucapan terima kasih kepada panitia workshop khususnya ADRA, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, ke depannya kita harapkan, partisipasi dari seluruh NGO untuk dapat terlibat dalam kesiapsiagaan darurat, di berbagai propinsi khususnya Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Kemudian, Sambutan dari Ir.H Ahmadi, SP-l selaku Kepala BPBD Propinsi NTB, ” Respek kami kepada ADRA sebagai NGO dalam kegiatan seperti ini. Melihat dari kejadian tahun 2018 dan covid-19 terutama di NTB. Memiliki wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana dan apabila terjadi bencana, masyarakat yang terkena bencana berhak atas pelayanan dan perlindungan berdasarkan standar pelayanan minimal,”. harapnya Ahmadi.
” Pelayanan tersebut mulai dari pencarian, penyelamatan, evakuasi, pertolongan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana termasuk makanan, pakaian, air bersih dan sanitasi, pelayanan kesehatan, dan penampungan/perumahan sementara,” kata H.Ahmadi.
Untuk di ketahui kegiatan diseminasi studi ini dilakukan di empat provinsi, termasuk NTB, dan berfokus pada Kabupaten Bima.
Studi ini telah berlangsung dan mencakup sejumlah bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gempa Lombok pada tahun 2018 dan banjir bandang di Kota Bima pada tahun 2016.
Tujuan dari diseminasi studi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, NGO, serta masyarakat terhadap penanganan bencana. ADRA Indonesia ingin memberikan rekomendasi untuk memperbaiki kesiapsiagaan darurat.
Dalam studi ini, ADRA Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, BMKG, dan masyarakat. Mereka melakukan evaluasi, pemetaan lokasi rawan, peringatan dini, dan merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kesiapsiagaan darurat di daerah tersebut.
Itulah informasi tentang workshop Desiminasi yang diselenggarakan ADRA Indonesia yakni lembaga kemanusian yang berfokus pada kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.Semoga Bermanfaat.
(Rul).

