lpkpkntb.com – Bahasa Sasak merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa Sasak hidup dan berkembang pula di daerah lain, termasuk di Provinsi Bali, yaitu di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem dan di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Singaraja.
Berdasarkan dari kepercayaan, agama, keadaan masyarakat, serta pandangan hidup yang mereka miliki terungkap dalam karya sastra yang kental dan kaya akan jenis sastra yang dianggap suci. Diantaranya, karya tulis pada zaman dahulu (naskah kuno) seperti Babad Selaparang, Babat Lombok, Babat Praya, Babad Jatiswara, Silsilah Batu Dendang, Babad Cilinaya, Cupak Gerantang, Babad Dewi Rengganis, Babad Dewi Sinarah Hulan, Babad Kertanah, dan Babad Kotaragama. wikipedia.
Sementara, dalam perkembangannya, naskah-naskah tersebut banyak diubah ke dalam bentuk puisi yang selanjutnya di tembang. Tembang-tembang tersebut banyak dipergunakan untuk menulis sastra-sastra seperti Takepan Monyeh, Lontar Demung Sandubaya, dan sastra lainnya. Kurang lebih ada enam tembang yang biasa ditembangkan oleh suku Sasak pada zaman dahulu, yaitu Tembang Maskumambang, Tembang Asmarandana, Tembang Dangdang, Tembang Sinom, Tembang Pangkur, dan Tembang Durma.
dilansir laman, Medcom. id. Salah satu keturunan warga Negara Amerika serikat, Andrew Friend, berhasil menciptakan dua edisi kamus Bahasa Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kemudian, “Edisi pertama terdiri dari 1.000 kosa kata dan edisi kedua 1.200 kosa kata,” kata Andrew di sela acara Festival Buku ERKAEM 2021 di Montong, Lombok Barat, Jumat, 5 Maret 2021.
Dalam kamus itu, kata dia, bukan hanya menerangkan arti kata demi kata. Namun, juga dilengkapi dengan kalimat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ia perlu waktu satu tahun untuk mengumpulkan kata demi kata per edisi.
“Saya membuatnya mencicil, yakni setiap pekan harus bisa dapat 25 kosa kata. Lalu dibuat dalam kalimat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” kata pria yang dibesarkan di ladang perkebunan jagung Illinois, Amerika Serikat itu.
Alasan Membuat Kamus Bahasa Sasak
Salah satu alasan Andrew membuat kamus Bahasa Sasak, yakni rasa cintanya terhadap Pulau Lombok. Ia sudah menganggap Lombok sebagai Tanah Air keduanya setelah Amerika Serikat.
Andrew juga termotivasi untuk membuat sebuah karya dalam bentuk kamus yang bisa dimanfaatkan atau digunakan bagi mereka yang ingin belajar atau mengetahui kosa kata Bahasa Sasak. “Saya benar-benar cinta Pulau Lombok, mudah-mudahan saya segera bisa membuat kamus Bahasa Sasak edisi tiga,” terangnya.
