Bursa Ketua KONI NTB Menghangat, Empat Nama Muncul Jelang PON 2028

Screenshot 2026 08 12 09 24 08 43 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122

MATARAM – Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat. Sejumlah nama tokoh daerah mulai disebut-sebut berpotensi memimpin KONI NTB periode mendatang, terutama menjelang persiapan NTB menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Sedikitnya empat nama kini menjadi perbincangan di kalangan insan olahraga NTB. Mereka adalah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, serta Ketua KONI NTB petahana Mori Hanafi.

Baca:Polemik Rp5 Miliar dan Pendaftaran Rp200 Juta Ketua KONI NTB Jadi Sorotan, Akademisi Minta Fokus pada Pembinaan Atlet

PON 2028 di NTB, Mantan Ketua KONI Buka Suara soal Posisi Gubernur

Munculnya nama-nama tersebut dinilai wajar mengingat posisi Ketua KONI NTB ke depan memiliki tantangan besar. Selain membangun pembinaan atlet dan prestasi olahraga daerah, kepengurusan baru juga akan berhadapan langsung dengan agenda besar PON 2028 yang akan digelar di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya pernyataan resmi dari Iqbal mengenai keinginannya untuk maju dalam bursa Ketua KONI NTB.

Baca:Gubernur Lalu Iqbal Didorong Pimpin KONI NTB, Persiapan PON 2028 Jadi Sorotan

Hal serupa juga terlihat pada Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. Namanya masuk dalam pembicaraan bursa, tetapi belum menunjukkan ambisi secara terbuka untuk merebut posisi tersebut.

Sementara itu, nama Mori Hanafi memiliki modal berbeda. Sebagai petahana, Mori dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi olahraga NTB. Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) disebut memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinannya berdasarkan rekam jejak selama memimpin KONI NTB.

Di sisi lain, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri juga mulai disebut sebagai salah satu figur potensial. Kehadirannya menambah dinamika bursa yang diperkirakan akan semakin berkembang menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB.

Namun, siapa yang akhirnya akan memimpin KONI NTB masih terbuka lebar. Dukungan dari cabor, pengurus KONI kabupaten/kota, serta dinamika internal organisasi akan menjadi bagian penting dalam proses pemilihan.

Terlebih, kepemimpinan KONI NTB periode mendatang akan memiliki tanggung jawab strategis menghadapi PON 2028. Persiapan atlet, pelatih, venue, pendanaan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kepemimpinan kuat dan solid.

Karena itu, bursa Ketua KONI NTB kali ini tidak hanya soal perebutan jabatan organisasi, tetapi juga menyangkut arah pembinaan olahraga dan peluang NTB mencetak prestasi di PON 2028.

Proses pemilihan sendiri masih berjalan. Keputusan mengenai siapa yang akan maju dan terpilih nantinya tetap berada dalam mekanisme resmi KONI NTB.