MATARAM – Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat melintas di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) dini hari. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan di atas kapal. Tim SAR gabungan bersama unsur TNI AL, kepolisian, serta kapal lain yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak melakukan proses evakuasi.
Dalam proses penyelamatan, 172 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian, total orang yang telah dievakuasi dan terdata mencapai 173 orang.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15–04.39 WITA ketika kapal masih berada di Selat Lombok. Kondisi laut yang cukup berat dengan gelombang yang dilaporkan mencapai sekitar empat meter turut menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan evakuasi
Seperti beredar di berbagai media sosial Data manifes awal KMP Putri Yasmin mencatat sebanyak 131 orang, terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak kapal.
Sementara itu, jumlah orang yang berhasil dievakuasi kemudian mencapai 173 orang, terdiri dari 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Perbedaan data tersebut masih perlu mendapatkan penjelasan resmi dari pihak berwenang. Pendataan ulang menjadi penting untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal telah teridentifikasi.
Daftar Nama Penumpang yang Beredar
Berdasarkan dokumen daftar penumpang yang beredar, sejumlah nama yang tercatat di antaranya Agus Suriadi, Dewa Made Sugiana, Eko Kristiyono, Agus Werdhiyasa, I Kom Tri Mahendra, Supriadin, Haikal, I Made Sanuritha, Haulla, Iwan Nopriali, Moh Pehasal, I Gede Prayoga Raharja, Sukarman, Futurah, Rahman, Ali, Aprianto Irwan Duka, Sintia Widiatari Putri, I Komang Adi Nugraha Putra, Rian, Sefty Sugiyarti, Sahabudin, I Komang Santa, Muhammad Irfan, Agung Lissetyo Wanhoro, I Gede Suenjantara, Yasinta Erni Adi, Muhammad Habibi, Jumawan Haris, Made Alfredo, Rodian Sultoni, Badaruddin, Lalu Rizal, Ariel, Semaah, Muhammad Rozi, Kyky Oktavia Pradika, Lalu Kawie, Zaenal, Muhammad Syaokani, Dominggus Djami, Perlin Bangali Kahi, Putri, Yudi, Zihad Abdullah, Nayudha Ezra Wicaksana, Ibrahim Muiz, Burhanudin, Fitri, Febri, Fera dan Wahyu Yodelanes.
Daftar tersebut merupakan nama-nama yang tercantum dalam dokumen manifes yang beredar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penanganan sekaligus penyelidikan untuk mengetahui sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran terjadi.
KMP Putri Yasmin merupakan salah satu kapal yang melayani rute Padangbai–Lembar, jalur penyeberangan penting yang menghubungkan Bali dan Lombok.
Insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan pelayaran, termasuk kesiapan alat keselamatan, prosedur evakuasi, serta akurasi manifes penumpang.
Selain memastikan penyebab kebakaran, proses pendataan menjadi perhatian utama agar tidak ada penumpang maupun awak kapal yang terlewat dalam pencarian.
Hingga berita ini disusun, proses penanganan dan pendataan masih berlangsung. Masyarakat diminta menunggu informasi resmi dari tim SAR dan instansi terkait mengenai perkembangan korban.
