MATARAM – lpkpkntb. Acara Rapat Koordinasi Program Sekolah Penggerak Tahun 2022 yang berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi Lombok Barat pada tanggal 12 – 13 Oktober 2022 berlangsung dengan khidmat.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh seluruh Fasilitator Sekolah Penggerak yang bertugas di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berjumlah 58 orang.
Selain itu juga turut hadir Drs. Suka M.Pd. (Kepala Balai Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat), Mas’ud S.Pd. (Kasubag Umum BGP NTB), Drs. H. Muh Irfan, MM (Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat), Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB), Evionora S.Or., M.Pd, (KSPSTK Kemendikbud) dan Dr. Baiq Mulianah, S.Ag., M.Pd.I. (Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB).
Pada acara tersebut Kepala BGP menyampaikan, ” Laporan singkat perkembangan kegiatan Pendampingan Program Sekolah Penggerak yang sebelumnya ditangani oleh BBGP Provinsi Jawa Barat, kini diserahkan pengelolaanya ke BGP Provinsi NTB sebagai penyelenggara dan penanggungjawab Program Sekolah Penggerak tahun 2022″ tegasnya.
Sementara, Kepala BPMP Provinsi NTB, Bapak Drs. Irfan, MM mengatakan, ” BGP NTB dan BPMP NTB berjalan selaras beriringan dalam rangka pelaksanaan Program Sekolah Penggerak, dimana BGP NTB bertanggungjawab dalam peningkatan kapasitas Satuan Pendidikan yang ada di NTB, sementara BPMP NTB bertanggungjawab dalam pengelolaan Satuan Pendidikan” imbuhnya.
“Ya kami (BPMP) berjalan bersama-sama dengan BGP, BGP melakukan kegiatan peningkatan kapasitas, guru, Kepala Sekolah, BPMP memastikan pengelolaan sekolah berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku” terangnya.
Selanjutnya pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. Aidy Furqan, M.Pd. dalam arahannya menjelaskan, ” Seorang Fasilitator Sekolah Penggerak di dalam menjalankan tugasnya harus mengedepankan 3 hal, yakni bekerja dengan cerdas ,(head), mendampingi satuan Pendidikan dengan cekatan (hand) dan bekerja dengan tulus (heart) ” terangnya.
Diakhir sambutannya, Aidy Furqon membuka secara resmi dengan disaksikan seluruh peserta yang hadir di Ball room Trawangan 2 hotel Merumatta Senggigi.
Penandatangan kerja sama dengan BGP NTB dan UNU NTB dilakukan secara langsung oleh kedua belah pihak, Drs. Suka, M.Pd. (Kepala BGP NTB) dan Dr. Baiq Mulianah, S.Ag., M.Pd.I (Rektor Universitas NU NTB) disaksikan seluruh peserta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menyampaikan, ” Bahwasanya UNU NTB beserta segenap civitas akademika siap menyukseskan program yang sedang dijalankan BGP NTB ” jelasnya pada media.
Beliau berharap sinergitas kedua belah pihak dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap peningkatan mutu Pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama peningkatan kapasitas Satuan Pendidikan yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan BGP NTB sebagai pelaksana kegiatan Program Sekolah Penggerak.
Dalam Program ini, UNU NTB turut berkontribusi dalam pelibatan akademisi civitas akademika sebagai Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP) yang telah melewati beberapa proses seleksi oleh GTK sebelumnya dan telah ditugaskan mendampingi Satuan Pendidikan selama kurun waktu 1 tahun ke depan.
” Mereka adalah Lalu Dwi Satria Ardiansyah, S.Pd., M.Pd., yang telah bertugas selama 1 tahun (2021) dan ditugaskan kembali di tahun 2022, dan Didin Septa Rahmadi, S.Pd., M.Pd. yang baru ditugaskan mulai tahun 2022 “.

Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP), Didin Septa Rahmadi mengatakan, ” Program yang diselenggarakan oleh BGP NTB dan UNU NTB saat ini merupakan salah satu wujud implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang sudah dirancang dan sedang berjalan di Kampus UNU NTB ” jelasnya.
“Ya ini wujud kegiatan kami (UNU NTB) yang sangat relevan dengan implementasi MBKM”.
Sementara Fasilitator lain juga ikut menyampaikan ketika di wawancara media , Lalu Dwi Satria Ardiansyah, men, ” Keterlibatan civitas akademika dalam peningkatan mutu Pendidikan sangat penting. Selain dapat mengetahui kondisi riil Satuan Pendidikan di Provinsi NTB, juga dapat memetakan perencanaan pendampingan yang lebih baik di tahun kedua Program Sekolah Pengerak ” terangnya.
Ia juga menyampaikan, “ Tentu dengan adanya kegiatan ini (rakor pendampingan) dan MoU BGP dengan kampus kami (UNU NTB) dapat mengetahui kondisi faktual di lapangan (satuan Pendidikan) dan sekaligus kami berusaha memetakan perencanaan (pendampingan) yang lebih baik dan menjadi data tidak hanya bagi UNU NTB, tetapi juga untuk BGP NTB, BPMP NTB, dan tentu saja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB ” tutupnya Lalu Dwi Satria Ardiansyah (Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP).
[Abi/ron].
