Siapa Pj Gubernur NTB Pengganti Zulkieflimansyah, Rektor UIN Mataram Berpeluang Masuk Nominasi Baca selengkapnya!

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb – Masa jabatan Gubernur Nusa Tenggara Barat Pasangan Zul-Rohmi akan segara berakhir, namun muncul isu bakal calon penjabat (Pj) Gubernur NTB 2023 terus menarik perhatian publik.

Di lansir dari media KanalNTB mengangkat beberapa nama sosok Penjabat Gubernur yang dianggap berpeluang mengisi kursi orang nomor satu di NTB tersebut menjelang dan selama masa Pilkada 2024 berlangsung.

Dalam hal ini salah satu nama yang kerap disebut dan dijagokan adalah Rektor UIN Mataram yaitu Prof Masnun Tahir.

Dukungan untuk pria jebolan Perguruan Tinggi Yogyakarta tersebut terus mengalir. Dukungan kali ini datang dari Anggota Komisi V DPRD NTB, Dr TGH Hazmi Hamzar.

Ia mengatakan, “Saya sepenuhnya mendukung Prof Masnun menjadi penjabat gubernur jelang Pilkada 2024,” ucapnya gamblang, Minggu (20/11).

1668963406348
Anggota Komisi V Dr TGH Hazmi Hamzar/kiri, Calon Pj Gubernur NTB Prof Masnun Tahir/kanan).

Sementara Sekretaris PW NU NTB, HL Aksar Ansori, juga terang terangan memberi dukungan kepada Masnun sebagaimana diberitakan di beberapa media bahwa, Prof Masnun Figur yang Lengkap, Layak jadi Penjabat Gubernur NTB 2023.

Dikatakan Aksar Ansori, Masnun merupakan figur yang lengkap sehingga layak diperhitungkan masuk nominasi calon Penjabat Gubernur NTB.

” Tentu kami senang Prof Masnun disebut-sebut sebagai salah satu figur tersebut dan kami tahu betul beliau memiliki kapasitas, kompetensi dan integritas untuk mengemban tugas tersebut baik secara intelektual maupun sosial,” ujar Aksar.

Namun Aksar menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk memilih figur yang terbaik.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat siapa yang terbaik dan memenuhi syarat dari figur-figur terbaik NTB,” ungkap Aksar Ansori, Jumat (18/11).

Aksar membeberkan bahwa figur Prof Masnun sangat lengkap dan dinilai bisa diterima seluruh kalangan.

“Prof Masnun seorang figur yang lengkap, beliau Rektor, Ketua Ormas Islam (NU) di NTB, guru besar, tuan guru, tokoh muda (lahir 1976), bisa diterima oleh lintas organisasi agama, budaya dan etnis,” ucapnya.

Sementara, melalui CNN Indonesia, pemerintah tidak menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) hingga 2024 nanti.

Maka, pemerintah akan menunjuk penjabat (pj) gubernur sampai terpilihnya gubernur dan wakil gubernur definitif lewat Pilkada Serentak 2024.

(Abi/ron).