lpkpkntb.com. Berdasarkan sejarah, umat Muslim memerintah Andalus, Spanyol Selatan, dari abad ke-8 sampai abad ke-15. Kejayaan Islam di negeri itu berakhir ketika inkuisisi Spanyol memberikan warga Muslim dan Yahudi tiga pilihan. Yaitu, hengkang dari Spanyol, masuk agama Katolik, atau dibunuh. Akibatnya banyak yang dibunuh dan juga melarikan diri ke Negara lain.
Sejarah mencatat sejumlah negara yang dulunya memiliki populasi Muslim mayoritas, namun kini justru menjadi minoritas. Dalam riwayatnya, kesultanan Islam pernah berjaya di penjuru dunia. Pengaruhnya cepat menyebar ke berbagai belahan dunia dan mulai mendirikan pemerintahan Islam.
Dari sekian banyak, beberapa negara yang dulu sempat dikuasai peradaban Muslim di antaranya adalah Spanyol dan Portugal. Akan tetapi, setelah penaklukan Kristen dan Katolik, populasi Muslim di negara-negara tersebut justru berubah menjadi minoritas. seperti yang di beritakan Sindonews.com. Jumat, 16/12/2.
Berikut negara yang dulu punya populasi Muslim mayoritas namun kini menjadi minoritas.

1. Spanyol Pada sejarahnya, Spanyol pernah memiliki populasi Muslim yang sangat besar dan menjadi mayoritas. Namun, usai penaklukan di sana, Muslim telah kehilangan sebagian besar wilayahnya. Dikutip dari laman The Conversation, pada 2 Januari 1492, Abdallah Muhammad bin Ali selaku Sultan Moor Granada terakhir menyerahkan kotanya kepada Raja Katolik Ferdinand II dan Isabella I. Awalnya, raja itu sesumbar akan berlaku adil kepada penduduk muslim di sana. Faktanya, mereka justru ingin menghilangkan budaya dan agama Islam di Spanyol.
Puncaknya, muncul peristiwa pengusiran Moriscos pada tahun 1609. Kejadian tersebut merupakan pengusiran penduduk Spanyol yang beragama Muslim dari negara tersebut.
2. Portugal Sama halnya dengan Spanyol, Portugal juga memiliki sejarah kala populasi muslimnya begitu banyak. Dikutip dari laman Al Jazeera, sekitar abad ke-8, umat Islam masuk dari Afrika Utara dan menguasai beberapa wilayah yang kini disebut Portugal dan Spanyol. Wilayah tersebut dulunya dikenal sebagai Al-Andalus dan tergabung dalam Kekaisaran Umayyah yang berkembang di bawah pemerintahan Islam.
Sayangnya, kejayaan tersebut kini telah terlupakan di negara tersebut. Usai penaklukan, Raja Manuel I memutuskan mengusir semua orang Muslim dan Yahudi dari Portugal. Setelah pengusiran, masjid dan sinagoga dihancurkan sebagian, sementara sisanya digunakan sebagai gereja. Selain itu, di sekolah-sekolah Portugal, sejarah tentang pemerintahan Islam yang pernah eksis hingga 5 abad hanya dipelajari secara singkat.
Sebaliknya, mereka menonjolkan kemenangan penaklukan oleh penguasa Kristen yang dibantu tentara Salib. Sampai hari ini, terdapat sekitar 1,6 juta Muslim Spanyol. Angka tersebut mencapai 3,4 persen populasi penduduk di negara itu. Namun amat disayangkan, hanya 464.978 orang dari mereka saja yang diakui sebagai warga negara Spanyol.
Menurut Loubaris yang di kutip dari muslimdaily.net. seharusnya pemerintah Spanyol memberikan hak kewarganegaraan yang sama kepada seluruh kaum Muslimin Spanyol, seperti halnya pengakuan yang diberikan kepada kelompok Yahudi Sefardim. (abi/ron).
