lpkpkntb.com – Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah provinsi di Indonesia yang berada di bagian tengah Kepulauan Nusa Tenggara di antara provinsi Bali di sebelah barat dan provinsi Nusa Tenggara Timur di sebelah Timur. Pusat pemerintahan dan ibu kota provinsi ini berada di Kota Mataram.
Di tahun 2021 NTB memiliki jumlah penduduk miskin mencapai 746,66 ribu jiwa. Dimana penduduk tersebut memiliki ketidakmampuan dalam sisi ekonomi, baik untuk kebutuhan dasar makanan dan keperluan pengeluaran lainnya. dilansir laman Bondowoso Network.

Kemudian, setiap daerah tentunya memiliki jumlah penduduk miskin yang berbeda-beda.
Meskipun begitu, setidaknya ada 7 kabupaten serta kota dengan angka penduduk miskin tertinggi di NTB. Dilansir dari ntb.bps.go.id, berikut beberapa daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Nusa Tenggara Barat.
Angka di bawah ini merupakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik NTB tahun 2021 dan telah di update pada tahun 2021.
Selain itu, jumlah penduduk miskin menurut kabupaten atau kota dalam angka ribuan jiwa (000).
1. Lombok Timur
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lombok Timur mencapai 190,84 ribu jiwa di tahun 2021.
Tidak heran jika menduduki urutan pertama sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di NTB.
2. Lombok Tengah
Jumlah penduduk miskin di kabupaten Lombok Tengah mencapai 131,94 ribu jiwa di tahun 2021.
Oleh sebab itu menduduki urutan kedua setelah Lombok Timur sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di NTB.
3. Lombok Barat
Jumlah penduduk miskin di kabupaten Lombok Barat 105,24 ribu jiwa di tahun 2021.
4. Bima
Menduduki urutan keempat, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bima mencapai 75,49 ribu jiwa di tahun 2021.
5. Sumbawa
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumbawa mencapai 66,00 ribu jiwa di tahun 2021.
6. Lombok Utara
Jumlah penduduk miskin di kabupaten Lombok Utara 61,70 ribu jiwa di tahun 2021, sehingga menduduki urutan keenam sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di NTB.
7. Mataram
Jumlah penduduk miskin di Kota Mataram mencapai 44,45 ribu jiwa di tahun 2021.
Sementara hasil penelusuran lpkpkntb.com melalui laman ntbsatu.com, Senin, (30/1/23).
Penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2022 mengalami kenaikan menjadi 13,82 persen, dibanding kondisi Maret 2022 sebesar 13,68 persen. Namun menurun sebesar 0,01 persen jika dibandingkan dengan keadaan September 2021.
Kemudian, Plh. Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Mohammad Junaedi dan Statistisi Ahli Madya BPS NTB, Dr. Arrief Chandra Setiawan, pada Senin, 16 Januari 2023 mengatakan, jumlah penduduk miskin NTB pada September 2022 sebesar 744,69 ribu orang, bertambah 12,8 ribu orang terhadap Maret 2022 dan bertambah 9,39 ribu orang dari keadaan September 2021.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2022 sebesar 14,10 persen, turun menjadi 13,98 persen pada September 2022. Sementara persentase penduduk miskin pedesaan pada Maret 2022 sebesar 13,24 persen, naik menjadi 13,66 persen pada September 2022.
Dibanding Maret 2022, jumlah penduduk miskin September 2022 perkotaan naik sebanyak 2,22 ribu orang (dari 381,84 ribu orang pada Maret 2022 menjadi 384,03 ribu orang pada September 2022).
Demikian informasi angka kemiskinan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat. Semoga bermanfaat (abi).