The Plaza Karaoke di Razia Petugas Gabungan & Tamu Kalang Kabut Di Buatnya

Avatar of lpkpkntb

Mataram – lpkpkntb, Sabtu 23 Juli 2022, beredar nya berita tentang iklan yang dianggap masyarakat NTB mengandung unsur pornografi dan tidak bermoral  sehingga menimbulkan opini dan imajinasi negatif di kalangan masyarakat, dan malam ini  beberapa petugas gabungan melakukan razia di salah satu tempat hiburan yang berada di Cakranegara The Plaza Karaoke & Lounge.

Hasbi ketua lpkpk Kota Mataram, ketika petugas masuk, beberapa pemandu lagu dan karyawan sontak di buat kaget dengan kedatangan petugas gabungan tersebut, berharap razia ini rutin dilakukan petugas dan bukan hanya di The Plaza Karaoke saja tapi di tempat-tempat karaoke lain nya juga harus dilakukan penertiban, baik dari izin maupun penertiban lain nya sehingga tidak menimbulkan opini publik yang tidak baik, apalagi ini Kota Mataram terkenal dengan kota yang religius, sebelum petugas gabungan masuk, kami dari tim lpkpk duluan masuk untuk ketemu dengan pihak managemen dan kebetulan saja ketemu dengan petugas gabungan dari pol.pp TNI maupun dr kepolisian (katanya).

Rusman sekjen lpkpkntb, sudah kami datangi pihak manajemen nya tapi yang ditemui hanya wakil nya kami dari lpkpk berharap manager tempat hiburan ini menemui kami terutama owner dari pengelola hotel.

Eka wakil manajemen, “sudah kami sampaikan langsung ke Pak Nana selaku manager kami dan owner dari hotel terutama Pak Budi tapi sampai saat ini belum ada respon mungkin beliau sedang mencari solusi”[ujarnya].

Pada kesempatan sebelumnya juga, salah satu Ketua Komcab LPKPK Lobar yang juga Pengasuh Ponpes TGH Inde Ahmad Yani, SH, telah mengingatkan bahwa Iklan ini telah menimbulkan multi penafsiran dan riak riak kecil di Masyarakat. Hal ini perlu di antisipasi segera.

Untuk lebih jelasnya dan tersampaikan informasi dan tuntutan masyarakat, LPKPK KOMDA NTB menginginkan pertemuan langsung bersama Pengelola Diskotik atau Manager-nya serta Manager Lombok Plaza Hotel.

Namun sampai berita ini ditulis, Kedua pihak ini sangat sulit di temui. “Kami pada dasarnya ingin menjelaskan dan menyampaikan informasi secara persuasif aja, bukan mengganggu operasional Diskotik” , tegas H Arsyad selaku Ketua Penasehat LPKPK KOMDA NTB pada pertemuan pertama bersama Mbak Melly selaku Supervisor kegiatan di Diskotik.

Salah satu Lawyer panggilan nya Edi SH. (katanya) “hati-hati bila tidak segera di buat klarifikasi karena ini menyangkut undang-undang tentang ketidaknyamanan dan keamanan masyarakat terutama Kota Mataram apalagi tempat karaoke rentan terjadi kejahatan maupun transaksi haram seperti narkoba jadi harus di waspadai” (tegasnya).