Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah dan ampunan.
Di bulan ini, umat Islam di seluruh dunia memperbanyak ibadah, salah satunya dengan tadarusan atau membaca Al-Qur’an bersama-sama.
Tradisi tadarusan biasanya dilakukan setelah shalat tarawih atau di waktu-waktu senggang, baik di masjid, musala, maupun di rumah.
Salah satu contoh nyata tradisi ini adalah yang dilakukan oleh remaja Gedur Raya di Masjid Al-Mujtahidin Monjok.
Setiap malam Ramadan, mereka berkumpul untuk membaca Al-Qur’an secara bergantian, saling membenarkan bacaan satu sama lain, dan bertekad untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum bulan suci berakhir.
Tadarusan memiliki banyak hikmah bagi mereka yang melaksanakannya.
Pertama, tadarusan menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan tersendiri, sebab bulan ini adalah waktu di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kedua, tadarusan mempererat tali silaturahmi di antara sesama muslim. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara berkelompok, sehingga menumbuhkan semangat kebersamaan, saling mengingatkan, dan belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara bersama-sama.
Ketiga, tadarusan melatih kesabaran dan kekhusyukan. Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tajwid yang benar membutuhkan kesabaran. Dengan begitu, hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih fokus.
Terakhir, tadarusan juga menjadi ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Banyak umat Islam yang berusaha mengkhatamkan Al-Qur’an setidaknya satu kali selama bulan Ramadan, yang semakin memperkuat semangat beribadah.
Dengan segala hikmahnya, tadarusan bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud cinta kepada Al-Qur’an dan bukti ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga Ramadan kali ini membawa berkah dan meningkatkan keimanan kita semua.
