Aksi ke Polres Lombok Tengah Harus Tetap Digelar

Avatar of lpkpkntb
IMG 20240724 WA0030

Lalu Ibnu Hajar, Ketua Umum DPP Ormas Sasaka Nusantara NTB sekaligus Juru Bicara Forum NGO Lombok Tengah, menegaskan bahwa aksi yang direncanakan pada Rabu, 12 Maret 2025, akan tetap dilaksanakan. Pernyataan ini membantah isu yang beredar bahwa aksi tersebut dibatalkan.

“Memang banyak pertimbangan dan dorongan masyarakat, sehingga Forum NGO Lombok Tengah tetap memutuskan untuk turun aksi pada Rabu besok pagi,” ujar Lalu Ibnu Hajar.

Aksi tersebut akan digelar dalam bentuk hearing, mengingat bulan Ramadan sedang berlangsung. “Kami menilai lebih baik memulai dengan hearing terlebih dahulu. Namun, jika hearing tidak membuahkan hasil, kami akan menggelar aksi demonstrasi akbar pada Rabu, 19 Maret 2025,” tambahnya.

Adapun tujuan hearing di Polres Lombok Tengah adalah meminta agar pihak kepolisian bisa memediasi antara pelapor dan terlapor. Meskipun kasus tersebut sudah masuk tahap dua (dilimpahkan ke kejaksaan), Forum NGO Lombok Tengah mendorong semua pihak untuk membantu proses perdamaian antara Alus Darmiah dan PT. ITDC.

“Jika kasus ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi keamanan kawasan KEK Mandalika dan iklim investasi di Lombok Tengah. Tindakan ITDC yang terkesan mengkriminalisasi saudara Alus Darmiah sebagai aktivis di Kuta Lombok Tengah dan mengabaikan solusi damai dengan masyarakat setempat menjadi perhatian serius kami,” tegas Lalu Ibnu Hajar.

Forum NGO Lombok Tengah juga menyerukan kepada seluruh NGO yang tergabung dalam aksi besok pagi agar tetap kompak dan solid.

“Solidaritas dan komitmen kita untuk memperjuangkan kebebasan dan keadilan bagi Alus Darmiah adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.