Anda !! Penasaran Kenapa Dokter Kandungan Lebih Banyak Pria? Begini Alasannya

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Profesi menjadi dokter kandungan suatu profesi yang tidak mudah, terlebih di lakoni bagi kaum pria, oleh karena itubmenjadi dokter kandungan tentu bukan tugas mudah. Selain harus bertindak secara profesional, mereka juga kerap berhadapan dengan kultur masyarakat yang masih memandang negatif dan tabu dokter kandungan pria.

Berikut ini alasan lain kenapa banyak dokter kandungan berjenis kelamin pria. Alasan ini dapat ditemukan dalam data dari Royal College of Obstetrics and Gynaecology, seperti dijelaskan Mitra.

Menjelang akhir pendidikan dokter, mereka diminta untuk memilih spesialisasi. Menurut data, pria cenderung memiliki ginekologi, sementara wanita banyak yang memiliki spesialisasi kebidanan (obstetri) yang fokus pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas.

Powered by AdSparc
“Ginekologi adalah spesialisasi bedah yang bila dibandingkan dengan obstetri, ini banyak didominasi pria karena memiliki tantangan tersendiri,” ujar Mitra.

“Pelatihan bedah bisa sangat intens dengan hari yang sangat panjang dan bisa menjadi rumit bisa anda menjalaninya saat memiliki keluarga dan bekerja sambilan, ini tidak selalu mudah,” ucapnya.

Menurut Mitra, wanita juga masih menghadapi isu seksisme di tempat kerja. Meskipun berubah, harus diakui bahwa isu ini juga masih terjadi di luar profesi medis.

“Tapi syukurlah ada banyak ginekolog dan ahli bedah wanita yang menginspirasi di luar sana. Jadi jangan menunda bila itu adalah jalur karier yang ingin Anda jalani. Tidak ada yang tak mungkin,” jelasnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada aturan khusus yang mewajibkan dokter kandungan harus pria ya, Bunda. Terkait gender ini juga dijelaskan oleh Dr. Xiavier Rusizana, pemilik Klinik swasta di Remera, Kigali di Rwanda. yang di kutip melalui laman HaloBunda.com.

Untuk di ketahui bahwa, Dokter kandungan adalah profesional di bidangnya
Dr. Xiavier Rusizana tidak menganggap gender berperan dalam profesi ginekologi. Bisa saja pria memilih profesi ini memang karena ingin membuat perbedaan dan pilihan kariernya.

“Sama halnya ketika seorang wanita menjadi spesialis testis, beberapa pria mungkin merasa tidak nyaman karenanya (profesi dokter kandungan).

Pada akhirnya, orang-orang yang berprofesi sebagai dokter melakukan tugasnya dan semua sangat profesional. Orang biasanya terjun ke bidang yang menurut mereka dapat membuat perbedaan,” ujar Rusizana.

“Pria itu bisa saja memiliki ibu, saudara perempuan, bibi, sepupu, teman, istri, dan lainnya dengan masalah reproduksi yang dapat menginspirasi dia untuk menjadi seorang ginekolog. Ia ingin mencoba dan mencegah masalah tersebut terjadi,” sambungnya.

Menurut Rusizana, semua dokter, entah itu pria atau wanita, pada akhirnya adalah profesional. Mereka tidak akan mundur hanya karena perbedaan gender dengan pasiennya.

“Saya juga ingin mengatakan bahwa ginekolog pria tidak ‘mundur’ saat memeriksa pasien wanita. Mereka adalah para profesional yang menjadi dokter untuk membantu masyarakat,” ungkapnya, dikutip dari The New Times Rwanda.

Sedangkan menurut Dr. Na’im menambahkan tugas dokter kandungan memang sangat rumit. Apalagi bagi dokter kandungan pria, hal ini tentu menjadi delima tersendiri. “Kami perlu memriksa tubuh wanita secara keseluruhan, tapi kan ada suster yang membantu. Malah sebaiknya, si pasien ditemani suaminya,” tambahnya.

Berdiksusi dengan keluarga pasien
Menurut Dr Na’im, jika kondisi pasien sangat mengkhawatirkan, dokter yang bertugas pada waktu itu tidak peduli pria atau wanita akan mengambil alih tugas dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa pasien dan bayi yang ada dalam kandungan. dikutip brilio.net.

“Dalam kondisi darurat, kami akan berunding dengan keluarga. Jika tidak ada dokter wanita, kita akan beri penjelasan terkait kondisi si pasien agar segera dilakukan penanganan,” ujarnya.

Tidak perlu dipermasalahkan
Tidak peduli itu soal kehamilan atau bukan, setiap penyakit harus ditangani sesegera mungkin dan tidak mengenal perbedaan jenis kelamin dokter yang menangani.

Dr Syahrul Azwan Azhari dari RS Lahas Datu, Sabah berpendapat bahwa isu gender pada dokter kandungan memang menjadi permasalahan yang sering muncul di masyarakat. Menurutnya, profesi dokter itu sudah menjadi tanggung jawab yang berat, tidak mungkin ada niat jahat yang terbesit di benak para dokter.

“Pria dan wanita keduanya diperlukan dalam bidang ini (spesialis kandungan) karena mempunyai peran masing-masing. Niat kami membantu ibu dan anak. Jadi tidak perlu mempersoalkannya terlalu jauh,” tambahnya.

Dr Azhari menambahkan pemeriksaan kandungan biasanya dilakukan sesuai prosedur. Jika tidak ada kebutuhan memeriksa anggota badan si pasien, terutama area sensitif, maka dokter tidak akan melakukannya.

Tingkat keahlian tinggi
Anggapan bahwa profesi dokter kandungan digeluti oleh kaum pria sebagai wujud pornografi adalah suatu penghinaan. Hal ini disampaikan oleh Prof Dr Harlina Halizah Siraj. “Profesi ini memerlukan keahlian dan kemahiran yang sangat tinggi karena menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Tingkat keahlian tinggi
Anggapan bahwa profesi dokter kandungan digeluti oleh kaum pria sebagai wujud pornografi adalah suatu penghinaan. Hal ini disampaikan oleh Prof Dr Harlina Halizah Siraj. “Profesi ini memerlukan keahlian dan kemahiran yang sangat tinggi karena menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Jangan disalahartikan
Dr Harlina Halizah, seorang ahli kedokteran mengatakan prosedur pemeriksaan pasien tidak hanya melibatkan dokter dan pasien saja, tetapi juga didampingi oleh suster dan mentor.

“Jika pasien punya pengalaman buruk dengan dokter kandungan pria, sebaiknya dia melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Tidak ada batasan gender
Tidak ada undang-undang yang mengatakan bahwa profesi dokter kandungan harus ditekuni oleh kaum wanita. Jadi siapapun boleh menggeluti profesi ini, baik itu pria maupun wanita.

“Tidak ada masalah bagi dokter pria mendalami bidang ini karena pada intinya adalah menyelamatkan nyawa pasien,” kata Prof Emeritus Tan Sri Dr Abdul Shukor Husin.

Pengakuan pasien
Salah seorang pasien, Zaiton (51) mengaku puas dengan pelayanan dokter kandungan pria. Dia mengatakan tiga dari enam anaknya lahir ditangani oleh dokter pria.

” Jika saya boleh membandingkan perbedaan dokter pria dan wanita, bagi saya dokter pria lebih pengertian dan teliti dalam bertugas. Namun, itu hanya pendapat saya,” jelasnya.

Demikian informasi seputar pemahaman Dokter kandungan kebanyakan dari pri. Semoga membantu. (abi/ron).