Jakarta – Kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan memiliki sekitar 44 hingga 48 kementerian, jumlah yang lebih besar dibandingkan era sebelumnya yang umumnya berkisar 34 kementerian.
Struktur ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemerintahan dengan memenuhi visi Asta Cita dan 17 Program Aksi yang menjadi janji kampanye Prabowo. Dengan tambahan kementerian, Prabowo berharap kabinetnya lebih efektif dalam menangani berbagai isu dan kebutuhan masyarakat, termasuk memperluas koordinasi dan keahlian di berbagai sektor penting
Media melansir Berikut adalah daftar 10 kementerian/lembaga (K/L) dengan anggaran terbesar dalam APBN 2025 Indonesia :
- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) – Rp166,26 triliun, untuk memperkuat sistem pertahanan nasional.
- Kepolisian RI (Polri) – Rp126,62 triliun, mendukung keamanan dan ketertiban umum.
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) – Rp116,23 triliun, terutama untuk infrastruktur publik.
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) – Rp105,65 triliun, melanjutkan program kesehatan masyarakat.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) – Rp93,6 triliun, untuk pendidikan dan riset.
- Kementerian Sosial (Kemensos) – Rp79,59 triliun, termasuk bantuan sosial bagi masyarakat rentan.
- Kementerian Agama (Kemenag) – Rp79,17 triliun, mencakup program pendidikan agama dan keagamaan.
- Badan Gizi Nasional – Rp71 triliun, salah satu program prioritas untuk ketahanan pangan.
- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) – Rp53,2 triliun, mendukung kebijakan fiskal negara.
- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) – Rp31,46 triliun, fokus pada transportasi dan konektivitas
Rencana anggaran ini mencerminkan fokus pemerintah pada sektor pertahanan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, serta mencakup program “Quick Win” untuk mempercepat implementasi kebijakan prioritas yang diusung presiden terpilih Prabowo Subianto.
