lpkpkntb – MATARAM, Renang merupakan salah satu olahraga dalam cabang akuatik yang sering di lombakan mulai dari tingkat Kab, Porprov, Kejurnas dan Internasional, namun mengigat cabang olahraga renang di Nusa Tenggara Barat bisa di katakan minim berprestasi. Jum’at, 28/10/22.
Menurut keterangan dari salah satu pelatih swimming club yang tidak ingin di sebut nama nya mengatakan, ” Kurang nya Pelatih renang, minimnya Fasilitas dan juga waktu latihan atlet kurang ” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, ” Melalui media ini ia berharap pihak terkait dapat berkontribusi untuk dapat memajukan cabang olahraga renang yang notabene nya sudah masuk DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) yang di canangkan oleh Kemenpora beberapa waktu lalu ” jelasnya.
Sementara menurut Akademisi Olahraga, Hasbi, M.Or mengatakan, ” Pada PON Papua tahun 2021 dimana NTB hanya dapat mengirim 1 Atlet Cabang Olahraga Renang dan itupun tidak juara. Hal ini menjadi PR bagi pemerintah Nusa Tenggara Barat dan Pemprov PRSI NTB, untuk lebih serius mempersiapkan atlet maupun pelatih untuk menyongsong PON 2028 mendatang dimana Nusa Tenggara Barat & NTT sebagai tuan rumah ” ujarnya.

Sebenar nya menurut saya secara hirarki keorganisasian ” Cabang olahraga renang mulai dari pengurus Pemprov, Pemkab/kota, dan club sebagai ujung tombak harus saling berkolaborasi, memunculkan atlet renang yang dapat bersaing di kancah Nasional, hal ini tidak terlepas dari peran akademisi terutama di Sport science itu sendiri ” jelasnya.
Ia juga menambahkan, ” Terutama masalah fasilitas (kolam renang) harus di khususkan untuk atlet perlu di perhatikan, sehingga program latihan nya pun bisa maksimal, misalnya kolam renang harus siap pagi maupun sore untuk di pakai latihan tanpa campur dengan pengunjung umum ” tutupnya Hasbi.
[ron/rs].
