Bocor ! Demi Pokir Banggar Memaksakan Target PAD Naik 215 Hingga 300 M

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Lombok Tengah – Tidak tercapainya target PAD 315 M tahun 2022 merupakan pelajaran bagi Banggar dan TAPD . Tidak hanya itu OPD penyumbang PAD juga harus putar otak dan kerja lebih keras lagi. Kamis, (9/3/23).

images 492
Kantor Bupati Lombok Tengah- NTB.

” Selain dalam menentukan target PAD harus realistis bukan karena kepentingan bagi bagi jatah karena ini soal keberlangsungan pembangunan. Jangan kemudian demi Pokir misalnya Banggar memaksakan target PAD naik 215 saja sudah ngos ngosan apalagi sampai 300 M agak susah, ” imbuhnya Mantan ketua Komisi II M Samsul Qomar.

Lanjut, Susahnya dimana retribusi parkir dan lainnya tidak maksimal, ada setoran parkir yang tidak masuk akal dan lainnya.

Tapi saya ingin kasi solusi salah satu, ” way out PAD bisa naik selain meminimalisir kebocoran bahkan pencurian retribusi adalah ramahnya pemda pada investasi,” Sambungnya Mantan Komisi II DPRD MSQ.

Kemudian, Sejauh ini baru beberapa bangunan hotel dan villa yang berdiri di Loteng tentu ini bagus sekali jika bupati memiliki kebijakan memudahkan investor masuk.

Kita harus belajar pada Bali dimana investasi sangat sangat ramah karena PAD akan satang seiring sejalan dengan pembangunan.

Jika di kawasan wisata sudah mulai, tentu pembangunan dan penataan aset daerah di kota praya maupun di kawasan lain harus segera dan cepat. Kenapa ? Karena kepemimpinan Pathul – Nursiah tahun depan sudah berakhir sehingga tahun ini saatnya pemda lebih banyak memberikan akses kepada investor untuk menanamkan modalnya di Loteng.

Masa jabatan periode ini kan singkat hanya 4 tahun kurang sementara kita sudah di hantam badai covid 2 tahun jadi pendek sekali waktunya untuk berbuat dan 2023 ini saat yang tepat.

Kita bantu pemerintah untuk merayu dan meyakinkan investor masuk dan membangun daerah ini tentu kita harus imbangi dengan proses yang mudah dan anti ribet.
Banyak yang tertarik mengelola eks aset kita yang mangkrak kita harus tangkap peluang ini.