Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat sejumlah indikator strategis daerah menunjukkan perkembangan positif pada pertengahan 2026. Stabilitas harga tetap terjaga, sektor pariwisata terus membaik, mobilitas masyarakat meningkat, dan kinerja ekspor sepanjang semester pertama melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Mataram, Senin (3/8/2026).
Dari sisi harga, BPS mencatat inflasi tahunan (year on year) NTB pada Juli 2026 sebesar 3,01 persen, sementara secara bulanan (month to month) terjadi deflasi 0,35 persen. Deflasi terutama dipengaruhi meningkatnya pasokan komoditas hortikultura akibat musim panen, sehingga harga cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga dan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, sektor pariwisata menunjukkan tren yang menggembirakan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 44,86 persen, meningkat 3,80 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 3,76 poin dibandingkan Juni 2025.
Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang tercatat sebanyak 122.516 orang, terdiri atas 77.213 wisatawan domestik dan 45.303 wisatawan mancanegara. Rata-rata lama menginap juga meningkat menjadi 1,88 hari, mencerminkan aktivitas wisata yang tetap terjaga.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara terus mengalami pertumbuhan. Pada Juni 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1.368.707 orang, meningkat 2,73 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dipengaruhi momentum libur sekolah dan aktivitas penjemputan jemaah haji yang mendorong mobilitas masyarakat menuju NTB.
Aktivitas transportasi juga memperlihatkan perkembangan positif. Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut meningkat 8,66 persen, sedangkan penumpang berangkat naik 6,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada moda transportasi udara domestik, jumlah penumpang datang mencapai 107.399 orang, naik 4,76 persen, sementara penumpang berangkat sebanyak 104.729 orang, meningkat 2,66 persen. Adapun penumpang penerbangan internasional yang datang meningkat 30,98 persen, terutama dipengaruhi kedatangan penerbangan dari Jeddah dan Madinah.
Indikator yang paling menonjol datang dari sektor perdagangan luar negeri. BPS mencatat nilai ekspor NTB selama Januari–Juni 2026 mencapai US$1,35 miliar, atau meningkat 561,24 persen dibandingkan semester pertama tahun 2025.
Ekspor NTB masih didominasi komoditas tembaga hasil industri pengolahan, disusul perhiasan dan permata, serta ikan dan udang. Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai negara tujuan utama, antara lain Thailand, Korea Selatan, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Di sektor pertanian, meskipun Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 mengalami koreksi sebesar 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya akibat turunnya harga komoditas hortikultura pada musim panen, NTP NTB masih berada pada level 127,83, jauh di atas angka 100 yang menjadi indikator kemampuan tukar petani. Seluruh subsektor utama pertanian juga tetap mencatatkan NTP di atas 100, menunjukkan aktivitas usaha tani secara umum masih berada dalam kondisi yang menguntungkan.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa berbagai sektor strategis di NTB tetap bergerak positif. Meningkatnya aktivitas pariwisata, pertumbuhan mobilitas masyarakat, serta tingginya kinerja ekspor pada semester pertama 2026 menjadi sinyal bahwa fondasi perekonomian daerah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
