Mataram,– Politeknik Narmada resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) Operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. SK tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., kepada Ketua Yayasan Lumbung Ilmu Sasak, Dr. Ahmad Mustarudin Efendi, M.H., didampingi Direktur Politeknik Narmada, Moh. Jazuli, M.Kn., dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Kantor LLDIKTI Wilayah VIII, Mataram, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Baca Juga:Resmi! Honor Peneliti Bisa Capai 25 Persen Mulai 2026, Ini Penjelasan Dirjen Riset
Penyerahan SK Operasional tersebut menjadi momentum bersejarah yang menandai lahirnya Politeknik Narmada sebagai perguruan tinggi vokasi baru di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran Politeknik Narmada diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan tinggi vokasi yang menghasilkan sumber daya manusia profesional, adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 5.0, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Lumbung Ilmu Sasak atas komitmen dan kesungguhannya dalam mendirikan perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan yang baik, serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, karakter profesional, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta jiwa kewirausahaan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang mengusung semangat inovasi dan menjawab kebutuhan masa depan, Politeknik Narmada pada tahap awal akan menyelenggarakan tiga Program Studi Sarjana Terapan (D4), yaitu:
- Sarjana Terapan Bisnis Digital, yang berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang transformasi digital, bisnis berbasis teknologi, digital marketing, e-commerce, analisis data bisnis, serta pengembangan startup dan kewirausahaan digital.
- Sarjana Terapan Bisnis dan Manajemen Ritel, yang mempersiapkan lulusan dengan keahlian dalam pengelolaan bisnis modern, manajemen ritel, pemasaran, pelayanan pelanggan, supply chain, serta pengembangan usaha berbasis industri perdagangan.
- Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Logistik, yang dirancang untuk menghasilkan tenaga profesional di bidang sistem logistik, transportasi, pergudangan, distribusi barang, manajemen rantai pasok (supply chain management), serta rekayasa teknologi logistik yang mendukung pembangunan ekonomi dan konektivitas wilayah.
Ketiga program studi tersebut dikembangkan berdasarkan pendekatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri. Kurikulumnya dirancang berbasis kebutuhan pasar kerja, didukung pembelajaran berbasis praktik, magang industri, sertifikasi kompetensi, serta penerapan teknologi digital. Dengan demikian, lulusan Politeknik Narmada diharapkan memiliki kompetensi yang relevan, siap bekerja, mampu menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Ketua Yayasan Lumbung Ilmu Sasak, Dr. Ahmad Mustarudin Efendi, M.H., menyampaikan rasa syukur atas diterbitkannya SK Operasional tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim pendiri, dukungan berbagai pihak, serta komitmen yayasan untuk menghadirkan institusi pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas dan berdaya saing.
“SK Operasional ini bukan sekadar legalitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, tetapi merupakan amanah besar untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. Kami berkomitmen membangun Politeknik Narmada sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah,” ujar Dr. Ahmad Mustarudin Efendi.
Sementara itu, Direktur Politeknik Narmada, Moh. Jazuli, M.Kn., menyampaikan bahwa Politeknik Narmada akan mengedepankan budaya mutu, tata kelola yang profesional, penguatan sumber daya manusia, serta kerja sama strategis dengan berbagai mitra, baik pemerintah, industri, maupun perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
“Kami ingin menjadikan Politeknik Narmada sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, pembelajaran akan dirancang berbasis praktik, inovasi, dan kolaborasi sehingga lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan peluang usaha baru,” ungkap Moh. Jazuli.
Dengan diterbitkannya SK Operasional tersebut, Politeknik Narmada secara resmi siap melaksanakan proses pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi. Kehadiran Politeknik Narmada diharapkan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi digital, perdagangan, logistik, pariwisata, industri kreatif, dan kewirausahaan.
Momentum penyerahan SK Operasional ini sekaligus menjadi awal perjalanan Politeknik Narmada dalam membangun institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul, berintegritas, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat, Politeknik Narmada optimistis dapat menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia Timur yang mampu melahirkan lulusan profesional, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
(Has).
