Terbongkar! Ini Alasan Pelaku Menghabisi Nyawa Mahasiswi Unram di Kamar Kos

Avatar of lpkpkntb
1785570066022

MATARAM – Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany, akhirnya terungkap. Setelah hampir tiga bulan menjadi buronan, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang diketahui bernama Haikal pada Rabu (29/7/2026).

Kasus yang sempat menyita perhatian publik di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu bermula ketika Nadya, mahasiswi asal Kabupaten Sumbawa Barat, ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, pada Minggu (17/5/2026). Sejak saat itu, aparat kepolisian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengungkap identitas dan menangkap pelaku.

Di hadapan penyidik dan wartawan, Haikal mengaku membunuh korban setelah aksinya mencuri di kamar kos Nadya dipergoki. Ia mengklaim tidak mengenal korban dan menyebut aksi pencurian dilakukan secara acak dengan menyasar kamar yang dianggap berpeluang dimasuki.

“Saya refleks saja,” ujar Haikal saat memberikan keterangan di Polresta Mataram, Rabu (29/7/2026).

Menurut pengakuannya, saat sedang berada di dalam kamar, korban tiba-tiba terbangun dan mengetahui aksinya. Karena panik, Haikal kemudian menyerang Nadya hingga meninggal dunia. Ia juga membantah melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

“Tidak pernah,” katanya saat ditanya mengenai dugaan pelecehan.

Setelah membunuh korban, pelaku membawa kabur dua unit telepon genggam dan sepeda motor milik Nadya. Kedua telepon genggam itu, menurut pengakuannya, dibuang di kawasan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Namun, saat dilakukan pencarian kembali oleh penyidik, barang bukti tersebut tidak ditemukan.

Sementara itu, sepeda motor korban sempat digunakan sendiri oleh pelaku. Kendaraan tersebut bahkan telah dipreteli sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Dharma Yulia Putra, mengatakan sepeda motor korban telah disita sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

“Benar, motor sudah kita pegang dan kita amankan,” ujar Dharma.

Selama hampir tiga bulan dalam pelarian, Haikal diketahui masih bersembunyi di wilayah Kota Mataram. Ia mengaku sempat berencana berangkat ke Malaysia untuk bekerja, namun membantah bahwa rencana tersebut merupakan upaya melarikan diri dari kejaran aparat penegak hukum.

Penangkapan Haikal mengakhiri misteri yang selama berbulan-bulan menyelimuti kasus kematian Nadya. Polisi kini terus melengkapi alat bukti dan berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut, sementara keluarga korban berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.