LOMBOK TENGAH – Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Nusa Tenggara Barat menggelar rapat evaluasi pascapelaksanaan Cabang Olahraga Angkat Besi pada Porprov XII NTB di Pusat Latihan Pemepek, Lombok Tengah. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi seluruh rangkaian penyelenggaraan sekaligus menyusun langkah strategis dalam pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Pengprov PABSI NTB, Karina de Vega, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, pelatih, wasit, juri, relawan, dan atlet yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan pertandingan. Menurutnya, cabang olahraga angkat besi menjadi salah satu cabor yang mampu menghadirkan pembukaan yang meriah dan seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, serta lancar.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi semua unsur yang terlibat. Apa yang telah kita capai menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan kejuaraan ke depan,” ujar Karina.
Ia menegaskan, seluruh masukan dalam rapat evaluasi akan menjadi bahan perbaikan agar PABSI NTB semakin siap menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTB dan NTT.
Lebih lanjut, Karina de Vega menegaskan bahwa membangun prestasi di cabang olahraga angkat besi tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga melalui proses latihan yang panjang, disiplin, dan berkesinambungan.
“Membentuk atlet angkat besi tidak semudah yang dilihat orang. Bukan hanya membentuk otot selama satu atau dua tahun. Di PABSI, pembinaan bukan semata-mata mengandalkan bakat, tetapi bagaimana membangun fondasi fisik, teknik, mental, dan karakter atlet. Untuk pembentukan otot dan kesiapan menjadi atlet berprestasi saja membutuhkan waktu minimal enam tahun melalui latihan yang terprogram,” ujar Karina.
Ia berharap seluruh kabupaten dan kota di NTB mulai memperkuat pembinaan usia dini agar regenerasi atlet berjalan berkesinambungan. Dengan pembinaan jangka panjang, PABSI NTB optimistis mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing pada tingkat nasional, termasuk menyongsong PON 2028.
Sementara itu, Ketua Panitia Cabang Olahraga Angkat Besi Porprov XII NTB, Kompol Tauhid, S.H., mengatakan tidak ada penyelenggaraan kegiatan yang benar-benar sempurna. Namun, pelaksanaan pertandingan angkat besi pada Porprov XII NTB dinilai berjalan dengan lancar, aman, dan tertib berkat kerja sama seluruh panitia, pengurus, wasit, juri, pelatih, dan atlet. Ia mengaku bangga karena PABSI NTB untuk pertama kalinya dipercaya menyelenggarakan pertandingan angkat besi pada ajang Porprov.
“Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami. Setiap kekurangan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan, sekaligus memperkuat kesiapan PABSI NTB dalam mendukung suksesnya PON 2028,” katanya.
Ketua Pengprov PABSI NTB, Karina de Vega, juga menyampaikan rasa syukur atas tingginya dukungan dari berbagai pihak selama pelaksanaan pertandingan. Menurutnya, cabang olahraga angkat besi mendapat perhatian yang luar biasa, ditandai dengan kehadiran sejumlah pejabat penting di NTB serta antusiasme masyarakat yang memadati arena pertandingan hingga hari terakhir.
“Alhamdulillah, cabang olahraga PABSI mendapat dukungan yang sangat baik. Ketua KONI NTB, Wali Kota Mataram, anggota DPRD Kota Mataram, anggota DPRD Provinsi NTB, serta sejumlah pejabat lainnya berkenan hadir menyaksikan pertandingan. Penonton juga sangat antusias dan tetap memadati arena hingga pertandingan berakhir. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas penyelenggaraan ke depan,” ujar Karina.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta rapat turut memberikan berbagai masukan konstruktif. Salah satu peserta menilai koordinasi antar panitia perlu lebih diperkuat melalui pembagian tugas yang jelas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), sehingga setiap bidang dapat bekerja lebih optimal selama pelaksanaan kejuaraan.
Selain itu, peserta juga mengusulkan agar PABSI NTB lebih aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi wasit. Keberadaan wasit yang kompeten dinilai penting untuk menunjang kualitas pertandingan dan mendukung penyelenggaraan event olahraga di tingkat regional maupun nasional.
Masukan lainnya menyoroti pentingnya memperluas pembinaan atlet sejak usia dini melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah. Menurut peserta, olahraga angkat besi masih belum banyak dikenal oleh masyarakat sehingga diperlukan upaya yang lebih masif untuk memperkenalkan cabang olahraga ini sekaligus menjaring bibit atlet potensial dari berbagai daerah di NTB.
Melalui rapat evaluasi tersebut, PABSI NTB berkomitmen menjadikan seluruh hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan program kerja ke depan. Organisasi berharap sinergi antara pengurus, pelatih, wasit, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar prestasi angkat besi NTB semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi terbaik pada PON 2028 mendatang.
