Mataram, – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Tahun 2026 mulai digulirkan. Rapat awal dilaksanakan di Aula Tambora Kantor BKPSDM pada Kamis (10/4).
Baca Juga:Pemuda Berdaya, Desa Berjaya: Peran Karang Taruna dalam Prestasi Olahraga Surabaya
Namun, sejumlah pihak mempertanyakan waktu pelaksanaan yang dinilai cukup mepet dengan PON XXI tahun 2028, yang akan menjadikan NTB sebagai tuan rumah bersama NTT.
Akademisi dan kandidat doktor bidang olahraga, Hasbi, M.Or, menegaskan pentingnya ketepatan waktu pelaksanaan Porprov. “Jangan sampai terjadi lagi seperti tahun lalu yang mundur karena alasan klasik: tidak ada dana. Jika Porprov 2026 sudah dijadwalkan, harus dilaksanakan tepat waktu. Ini menyangkut pembinaan dan seleksi atlet menuju PON 2028 yang waktunya sudah sangat mepet,” tegasnya.
Hasbi juga mengingatkan bahwa bila target PON tidak tercapai, harus ada konsekuensi yang jelas. “Kalau target tidak tercapai, maka harus ada keberanian untuk bertanggung jawab, bahkan mundur. Jangan seperti di PON Sumut-Aceh 2024, target NTB 20 emas, tapi hasilnya jauh dari itu,” tambahnya.
Salah satu pelatih cabang olahraga yang enggan disebut namanya juga menyampaikan hal senada. Ia menilai proses seleksi dan pembinaan atlet akan terganggu bila Porprov kembali tertunda. “Porprov itu momentum penting untuk evaluasi dan pemantapan atlet. Kalau molor lagi, prestasi PON bisa dikorbankan,” ujarnya.
Porprov NTB 2026 diharapkan menjadi ajang seleksi utama untuk atlet-atlet potensial NTB menuju PON 2028. Pemerintah daerah dan KONI diminta untuk memastikan semua proses berjalan sesuai jadwal dan dukungan anggaran disiapkan sejak awal.
(LK)
