Dampak Bullying dan Cara Mencegah Menurut Para Pakar, Anda Bisa Terapkan!

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2024 08 16 21 53 17 78 d976e5bbcfbb500552fbf4364f9eee7a2

lpkpkntb.com – Dalam sepekan banyak kasus terjadi seperi yang diberitakan media, salah satunya yakni Bullying.

Yuk! Disimak apa itu Bullying ? secara umum Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya (Sejiwa, 2008).

Baca: Penyebab Dokter Muda FK Undip Bunuh Diri Bikin!

Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.

Hal tersebut senada yang disampaikan Ahli Ceo dan founder psikolog, Sahril Syam, S.St, CHT,LNLP menyampaikan,”  Saat seseorang ditekan (misalkan diberi target atau dimarahi), maka ia akan cenderung merasa tidak terhubung dengan dunia (realitas eksternal), tetapi merasa terkucil atau sendirian, fokus mereka menyempit hanya kepada masalah semata. Pada saat yang sama, hormon-hormon stres akan diproduksi dalam jumlah yang banyak dan secara fisik akan merusak dan menciutkan berbagai bagian otak,” kata Dia.

Contoh sexual bullying adalah komentar kasar, gerakan vulgar, sentuhan tanpa persetujuan kedua belah pihak

Jika terlalu lama dalam keadaan negatif ini, maka bisa saja terjadi kehilangan kemampuan untuk kembali ke keadaan yang positif. Pada akhirnya, emosi sendirilah, bukan logika dan nalar, yang akan mendominasi diri.

Keadaan di atas adalah keadaan dimana seseorang cenderung berada dlm keadaan penuh tekanan. Maka perundungan yang bertubi-tubi  akan membuat seseorang benar2 merasa terkucil dari dunia dan logika berhenti total.

Sahril juga menambahkan, ” Yang aktif hanya perasaan destruktif. Dan krn merasa sangat terkucil, maka perasaan tersebut cenderung mengarahkan kepada bunuh diri,” bebernya.

Oleh karena itu,” perundungan tidak boleh dilakukan sama sekali. Krn perundungan adalah bobot tekanan yg efeknya sangat memberatkan mental,” tutupnya.

Cara mencegah bullying di sekolah anak dengan cara :

  1. Ajari anak-anak Anda tentang bullyingBegitu mereka tahu apa itu bullying, anak-anak Anda akan dapat mengidentifikasinya dengan lebih mudah, apakah itu terjadi pada mereka atau orang lain.
  2. Bicaralah secara terbuka dan sering kepada anak-anak Anda. Semakin sering Anda berbicara dengan anak-anak Anda tentang bullying, semakin nyaman mereka memberi tahu Anda jika mereka melihat atau mengalaminya.
  3. Bantu anak Anda agar menjadi panutan yang positif. Ada tiga pihak yang terlibat dalam bullying: korban, pelaku, dan saksi. Bahkan jika anak-anak bukan korban bullying, mereka dapat mencegah bullying dengan bersikap positif, hormat, dan baik kepada teman sebayanya. Jika mereka menyaksikan bullying, mereka dapat membela korban, menawarkan dukungan, dan atau mempertanyakan perilaku bullying yang terjadi.
  4. Membantu membangun kepercayaan diri anak Anda. Dorong anak Anda untuk mengikuti kelas atau bergabung dengan kegiatan yang ia sukai di lingkungan Anda atau di sekolahnya.
  5. Jadilah teladan. Tunjukkan pada anak Anda bagaimana memperlakukan anak-anak lain dan orang dewasa dengan kebaikan dan rasa hormat, serta melakukan hal yang sama kepada orang-orang di sekitar Anda, termasuk cobalah membela ketika orang lain diperlakukan dengan tidak baik. Anak-anak melihat orang tua mereka sebagai contoh bagaimana cara berperilaku, termasuk memposting secara online.
  6. Jadilah bagian dari pengalaman online mereka. Biasakan diri Anda dengan platform yang digunakan anak Anda, jelaskan kepada anak Anda bagaimana dunia online dan dunia offline terhubung, dan peringatkan mereka tentang berbagai risiko yang akan mereka hadapi secara online.

Jenis-jenis bullying :

1. Bullying dengan Kontak Fisik Langsung

Bullying jenis ini meliputi tindakan memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang yang dimiliki orang lain.

2. Bullying dengan Kontak Verbal Langsung

Sementara, bullying verbal merupakan jenis perundungan dengan menggunakan kata-kata, pernyataan, dan sebutan atau panggilan yang menghina. Tindakan mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put- downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, hingga menyebarkan gosip.

3. Bullying Non-Verbal Langsung

Beberapa contoh tindakan bullying non-verbal langsung, seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, hingga mengejek.

4. Bullying Non-Verbal Tidak Langsung

Tindakan mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, hingga mengirimkan surat kaleng juga masuk dalam jenis tindakan bullying ini.

5. Cyber Bullying

Pelaku bakal menargetkan korban di media online dengan cara menyakiti orang lain melalui rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik, mempermalukan, hingga melecehkan.

6. Sexual Bullyingatau Pelecehan Seksual

Sexual bullying adalah tindakan berulang dan berbahaya yang menargetkan seseorang secara seksual. Contoh sexual bullying adalah komentar kasar, gerakan vulgar, sentuhan tanpa persetujuan kedua belah pihak, hingga memanggil seseorang dengan nama yang tak pantas.

Itulah cara mencegah dan jenis Bullying. Semoga bermanfaat.

(Nas).