lpkpkntb.com – Suatu ketika di sebuah kota kecil hiduplah seorang pria kaya. Di dekat rumahnya ada kios kecil tukang sepatu yang miskin. Tukang sepatu itu memiliki kebiasaan khusus bahwa setiap kali dia bekerja, menjahit sepatu, dia terus menyenandungkan pujian Tuhan.
Suatu kali orang kaya itu menderita sakit. Dia berkonsultasi dengan banyak dokter tetapi tidak ada kesembuhan dalam kesehatannya.
Kesehatannya semakin memburuk dari hari ke hari.
Suatu hari, dia sedang beristirahat di terasnya. Tiba-tiba suara senandung pujian Tuhan dari tukang sepatu mencapai telinga orang kaya. Mendengar senandungnya, orang kaya itu merasa gembira.
Mulai dari itu, orang kaya itu mulai mendengarkannya setiap hari.
Dalam waktu singkat, orang kaya menjadi begitu terpesona, sehingga dia merasa seperti senandung pujian dari tukang sepatu menghilangkan penyakitnya. Untuk sementara, orang kaya itu melupakan penyakitnya.
Ini berlanjut selama beberapa hari. Perlahan-lahan, kesehatan orang kaya itu mulai membaik dan ia sembuh kembali.
Suatu hari, dia mendekati tukang sepatu dan berkata, “Bahkan dokter yang hebat pun tidak dapat menyembuhkan penyakit saya, tetapi senandung pujian Anda meningkatkan kesehatan saya.”
Setelah mengucapkan terima kasih, orang kaya memberinya uang yang banyak sebagai hadiah.
Tukang sepatu dengan senang hati menerima uang itu dan pulang.
Tapi tukang sepatu semalaman itu tidak bisa tidur sama sekali. Dia terus memikirkan uang itu sepanjang malam dimana dia harus menyembunyikannya, bagaimana cara menyimpannya dengan aman dan apa yang bisa dia beli dengan uang itu, bagaimana dia bisa menghasilkan lebih banyak uang lagui. Karena pemikiran ini, dia tidak dapat bekerja dengan baik.
Sekarang, yang dia lakukan hanyalah memikirkan uang, bahkan pada saat bekerja. Dia bahkan tidak akan bersandung pujian kepada Tuhan lagi.
Perlahan-lahan, dia malas bekerja.
Kemudian suatu hari, tukang sepatu pergi ke orang kaya dan mengembalikan uangnya, dia berkata, “Ambil kembali uangmu, karena uang ini saya tidak memiliki kedamaian di hati. Saya lupa bersenandung. Kekayaan ini memutuskan hubungan saya dengan Tuhan.”
Setelah mengembalikan uang yang ditinggalkan tukang sepatu dan sejak hari itu seterusnya, hidupnya kembali seperti semula.
Dia mulai kembali bekerja, bersenandung pujian Tuhan sambil bekerja.
Cerita ini, menunjukkan kepada kita bahwa jika seseorang membiarkan uang masuk ke dalam pikirannya, itu dapat merenggut ketenangan pikirannya.
Jika Anda mendapatkan uang kemudian menginvestasikannya, menggunakannya tetapi jangan biarkan itu masuk ke dalam pikiran Anda, hanya dengan begitu Anda akan dapat pergi ke arah yang benar dalam hidup.
By Kisah Bermakna.
