Hidupkan Budaya Gotong Royong, Disporapar Lutra Bersih-bersih Lapangan Tamsis*

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 05 24 06 57 44 42 965bbf4d18d205f782c6b8409c5773a42

Luwu Utara — Menghidupkan kembali budaya gotong royong berarti membangkitkan semangat kebersamaan dan kekompakan. Tujuannya, tak lain dan tak bukan untuk menyelesaikan pekerjaan dan persoalan secara kolektif dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan.

Baca;JADWAL CPNS 2025 DIBUKA JULI! Alhamdulillah Batas Usia Pelamar Resmi Ditambah, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Hal ini pula yang dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara. Dipimpin kepala dinasnya, Disporapar langsung bergerak cepat melakukan pembersihan di lokasi kegiatan HUT XXVI Kabupaten Luwu Utara di Lapangan Tamsis, Masamba.

IMG 20250524 WA0008

Para ASN dan non ASN lingkup Disporapar bergerak bersama melakukan pembersihan. Sampah-sampah yang berserakan pasca-HUT Luwu Utara kemarin dibersihkan dan langsung dimasukkan ke dalam karung atau kantong plastik berukuran besar yang telah disediakan.

Baca:

IPDN 2025 Resmi Buka Pendaftaran! Simak Link, Jadwal, dan Syaratnya di Sini

“Puncak HUT Luwu Utara masih menyisakan sedikit persoalan, salah satunya terkait kebersihan. Nah, hari ini, Disporapar Luwu Utara melakukan gotong royong, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong yang cenderung memudar,” kata Plt. Kadisporapar, Saleh.

Menurutnya, budaya gotong royong sudah saatnya dibangkitkan kembali. Karena menurutnya, gotong royong merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Mengingat gotong royong juga memiliki nilai-nilai budaya yang patut untuk dilestarikan.

“Sengaja kita mengambil peran ini untuk mengajarkan kita semua akan pentingnya kebersamaan, solidaritas, dan saling membantu tanpa pamrih,” terangnya. Dikatakannya, budaya gotong royong merupakan pondasi kehidupan sosial yang harus selalu dijaga dan dilestarikan.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam gotong royong mencerminkan kebersamaan dan kesadaran kolektif yang kuat. Kepentingan bersama harus diutamakan daripada kepentingan pribadi, dan yang paling utama, bagaimana saling menguatkan satu sama lain,” pungkasnya. (LHr)