Ingat Dengan Program Zero Waste di NTB, Begini Implementasinya

Avatar of lpkpkntb
images 32
Presiden Joko Widodo bersama Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah jelang pelantikan gubernur dan wakil gubernur NTB 2018-2023 di Istana Negara Jakarta, Rabu (19/9). Foto: Twitter/jokowi

lpkpkntb.com – Mataram – Mantan pasangan Gubernur NTB periode 2018-2023 Zul-Rohmi. Saat ini santar diperbincangkan diberbagai media maupun berugak warga NTB, kemungkinan mantan Gubernur Dr Zulkieflimansyah akan kembali bertarung pada Pilgub 2024.

Menurut beberapa Masyarakat di Nusa Tenggara Barat, katanya elektabilitasnya bersama mantan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah masih terbilang sangat tinggi.

Baca Ini:

Menguat Kader NU Sumbawa Diprediksi Gandeng Sitti Rohmi Pilkada NTB 2024

Apakah dengan adanya Survey Masyarakat NTB elektabilitas masih terbilang tinggi. Akankah dua Doktor hebat NTB ini akan ada Jilid II Zul-Rohmi 2024..?

Diketahui keduanya memiliki kendaraan politik, Dimana Dr. Zul dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sedangkan Dr. Sitti Rohmi Djalilah dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Masih ingat dengan Program yang pernah digaungkan oleh Mantan Pasangan Gubernur NTB Zul-Rohmi Beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2019-2020 nama nya program “Zero Waste” dan ini menjadi program unggulan Gubernur saat itu,  alokasi anggaran nya pada saat itu tidak main-main,  saat itu Bank Sampah Bintang Sejahtera sesuai hasil kajian mengajukan proyek tersebut senilai RP 1,5 Miliar dan anggaran tersebut di realisasikan Gubernur.

Diketahui saat itu ada 50 kelompok yang tersebar di Pulau Lombok itu masuk dalam proyek penganggaran dari zero waste, sekarang sudah tahun 2024. Warga bisa menilai akan keberhasilan mantan Gubernur Periode 2018-2023 lalu.

Sebentar lagi akan diselenggarakan pesta Demokrasi yakni, pemilihan kepala Daerah Gubernur, Bupati/wakil Bupati dan Walikota.

Menjadi pertanyaan, Akankah Zero Waste akan kembali di gaungkan apabila terwujud adanya Jilid II Zul-Rohmi 2024..?

Urusan sampah emang menjadi promblem krusial disetiap daerah, tak terlepas di Nusa Tenggara Barat. Hingga saat ini masih terlihat sampah ada dimana-mana, masih belum mampu diatasi pemerintah, terutama sampah dari rumah Tangga.

Pada Pemilihan Kepala Daerah mendatang, masyarakat berharap kepada pihak pemerintah itu sendiri jangan sampai terjadi krisis implementasi penanganan sampah.

Pemerintah harus serius menjalankan program unggulan nya jangan setengah-setengah…! Cukup tahun lalu menjadi pembelajaran mengatasi persoalan sampah.

Kendati demikian, Sampah sepertinya masih menjadi persoalan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama yang ada di Kota Mataram.

Diketahui Kota Mataram bagian dari pusat destinasi wisata dan daya tarik dari para pelancong, ini harus bebas dari tumpukan sampah dan banjir, kalau tumpukan sampah banjir dimana-mana bagaimana menjadi NTB Sehat dan Bersih sesuai dengan Misi dari Zul-Rohmi ketika menjabat menjadi Gubernur NTB 2018-2023.

Nasrudin Alsan, Warga Kota Mataram mengatakan, “Kemarin saya survey di kecamatan Sekarbila Mataram dan kasus nya juga hampir sama dirasakan bukan hanya di kota tapi kabupaten terutama yang di kota-kota jelasnya. Namun di skarbela sudah ada perubahan pasca kita berkunjung kesana, namun tetap harus selalu diingatkan masyarakat setempat,tandasnya Nasrudin.

Oleh karena itu,” Kita dorong pejabat publik terutama pihak Eksekutif DPRD Propinsi maupun Kota, untuk kasih insentif ke warga agar tidak buang sampah terutama di saluran-saluran dan di samping itu juga pemerintah membentuk tim khusus melakukan pendekatan sosial langsung memberikan pemahaman dan menjelaskan dampak dari sampah,” harap Nasrudin.

“Sebentar lagi di Nusa Tenggara Barat akan melaksanakan Pilkada serentak seluruh Indonesia, Kita berharap siapapun nanti terpilih menjadi Gubernur NTB, maka urusan sampah ini harus serius ditangani, jangan setengah-setengah,” tutup Alsan warga Mataram.

(Br).