Akhirnya! 5 Janji Bung Karno Ditagih! Ribuan Warga Serukan Pembentukan Provinsi

Avatar of lpkpkntb
Waduh! Janji Bung Karno Ditagih! Ribuan Warga Serukan Pembentukan Provinsi
Waduh! Janji Bung Karno Ditagih! Ribuan Warga Serukan Pembentukan Provinsi

Malili, Luwu Timur – Momen Janji Gelombang aspirasi rakyat kembali terdengar keras dan jelas di tanah Luwu. Forum Komunikasi (FK) LSM-PERS Kabupaten Luwu Utara turun ke jalan dalam sebuah aksi pawai damai yang membawa pesan tunggal namun sangat tegas: pembentukan Provinsi Luwu Raya harus diperjuangkan, harus diwujudkan, dan tidak boleh lagi sekadar menjadi wacana. Aksi ini bukan program seremonial, bukan unjuk rasa tanpa arah melainkan seruan perjuangan yang datang dari suara hati masyarakat yang telah puluhan tahun menunggu keadilan pemerintahan dan kesetaraan pembangunan.

Ratusan peserta pawai membawa spanduk, poster, dan selebaran berisi tuntutan pembentukan provinsi baru. Jalanan di Kabupaten Luwu Timur menjadi panggung aspirasi rakyat yang menagih janji sejarah dan menuntut ruang baru bagi masa depan wilayah Luwu Raya yang meliputi Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo. Dalam atmosfer semangat perjuangan itulah FK LSM-PERS kembali menggulirkan narasi besar yang selama ini tak pernah padam: Luwu Raya berhak berdiri sebagai provinsi sendiri.

Kesadaran Rakyat Harus Dibangkitkan Bersama

Menurut penyelenggara aksi, tujuan utama pawai damai pada 17 Januari 2026 tersebut bukan hanya untuk menunjukkan eksistensi organisasi, tetapi untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat tanah Luwu Raya. Ketua FK LSM-PERS Luwu Utara sekaligus jenderal lapangan aksi, Almarwan Andi’Makke, menjelaskan bahwa masyarakat harus mengerti dan memahami bahwa perjuangan ini bukan angan-angan kosong.

“Misi kami dalam aksi ini adalah membangkitkan kesadaran rakyat tanah Luwu Raya bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya penting untuk masa depan kita semua, termasuk masa depan generasi yang akan tumbuh dan hidup puluhan tahun setelah kita,” ungkapnya lantang di atas mobil komando. Dalam pandangannya, provinsi baru diperlukan agar masyarakat Luwu Raya tidak terus tertinggal dari wilayah lain yang sudah maju pesat karena faktor administratif, birokrasi, dan perhatian pembangunan yang lebih terfokus.

Aksi Seruan Lewat Selebaran, Orasi, dan Gerakan Kolektif

Tidak hanya berorasi di titik strategis, peserta aksi juga membagikan selebaran putih berisi seruan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Di dalamnya tertulis penegasan bahwa provinsi ini bukan sekadar keinginan beberapa tokoh daerah, melainkan hak yang pernah dijanjikan negara. Almarwan mengingatkan bahwa sejarah mencatat Presiden Soekarno pernah menyampaikan pengakuan dan dukungan terhadap Luwu kepada Raja Luwu Andi Jemma pada era 1950-an. Karena itu, perjuangan hari ini bukan sekadar tuntutan baru, tetapi kelanjutan janji yang belum ditepati.

Provinsi Luwu Raya untuk Kepentingan Seluruh Rakyat

Almarwan juga menggarisbawahi bahwa pembentukan provinsi bukan agenda segelintir elit, tidak dimonopoli satu organisasi atau dipakai untuk kepentingan politik tertentu. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tanah Luwu Raya secara keseluruhan. Menurutnya, wajar jika rakyat menuntut wilayah administratif baru agar pembangunan tidak lagi timpang dan pelayanan tidak terhalang jarak dan waktu.

“Perjuangan rakyat Luwu Raya adalah upaya sah dan konstitusional untuk mendapatkan pemerintahan yang adil, merata, dan berpihak langsung kepada masyarakat,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa provinsi baru akan membuka akses anggaran yang saat ini terbagi jauh di tingkat provinsi induk.

Harapan Baru Jika Provinsi Terbentuk

Jika Provinsi Luwu Raya benar-benar terwujud, Almarwan yakin dampaknya akan terasa besar. Pelayanan publik akan lebih cepat, pembangunan infrastruktur bisa menyesuaikan kebutuhan lokal, lapangan kerja baru terbuka, dan pusat ekonomi tumbuh di berbagai kecamatan. “Kita bisa melihat rumah sakit yang layak di lebih banyak wilayah, akses pendidikan tinggi yang lebih merata, dan ekonomi kreatif yang bangkit,” ujarnya.

Ajakan Bersatu Tanpa Ragu

Aksi dituktup dengan pesan penyatuan tekad. “Kita tidak boleh ragu. Provinsi Luwu Raya pasti terwujud apabila seluruh rakyat bersatu memperjuangkannya,” tutup Almarwan Andi’Makke, disambut yel-yel penuh semangat dari peserta aksi.

Aksi ini bukan sekadar pawai, tetapi suara hati rakyat yang tak ingin ditinggalkan sejarah. Luwu Raya pantas mendapat tempatnya sendiri. Pembangunan merata, masa depan generasi, dan harga diri daerah jadi taruhannya. Saatnya bersatu, bergerak, dan memastikan Provinsi Luwu Raya benar-benar terwujud!

“Tak ada perjuangan sia-sia bila rakyat bersatu.”