Komisioner KI NTB Mengadakan FGD Bersama Informan Ahli dan KI Pusat

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Mataram. Komisi Informasi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna untuk mengumpulkan data di balik fakta, yang di hadiri oleh para informan ahli daerah indeks keterbukaan informasi publik tahun 2023, dari berbagai profesi, berlangsung di hotel Grandlegi Mataram, Kamis (6/4/23).

IMG 20230406 WA0183
Peserta FGD Informan Ahli Komisi Informasi (KI) NTB. di Hotel Grandlegi Mataram.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri Ketua Komisi Informasi  Nusa Tenggara Barat ( KI NTB) , Sansuri, S.Pt. M.M, kemudian, Bapak Drs. M.Zaini, Suaeb Quri, SH, Bapak Badrun, A.M. dan Asraruddin  S.A.P.

Kemudian, kegiatan tersebut di buka oleh Komisioner dari Komisi Informasi pusat RI yang di hadiri Wakil Ketua H. Arya Sandhiyudha, Ph.D beserta tim.

Pada Pelaksanaan kegiatan tersebut, Sambutan dari Ketua KI menyampaikan bahwa, ” Pada kegiatan ini para ahli dapat menggambarkan kondisi dari ruang angkasa, potret dari ketinggian, untuk memotret  bagaimana keterbukaan informasi yang ada di Nusa Tenggara barat, ” imbuhnya.

IMG 20230406 WA0184
Sebelah Kiri, Ketua Komisi Informasi Sansuri, S.Pt. M.M, kemudian, di tengah Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat H. Arya Sandhiyudha, Ph.D, dan Bapak Anton dari Komisi Informasi Pusat.

Oleh karena itu, ” di pundak ibu bapak lah sekarang bagaimana kondisi secara umum informasi keterbukaan di NTB ini, dan kami yakin dengan pilihan-pilihan ini sudah beberapa kali di koreksi oleh Pokja pusat akan melakukan tugas dengan baik, para informan yang hadir ini dari berbagai unsur diantaranya: Unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat  ” sambungnya Ketua KI Sansuri, S.Pt. M.M.

Kemudian, dalam kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Pusat Komisi Informasi Bapak H. Arya Sandhiyudha, Ph.D. Menyampaikan, ” Pada FGD yang dilaksanakan di 34 Provinsi  ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui diskusi dengan para ahli, sehingga data dan informasi tersebut nantinya akan di sampaikan kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo. Untuk itu di harapkan dari para ahli informan ini memiliki kepakaran dibidang masing-masing, ” imbuhnya.

Untuk di ketahui publik, Arya Sandhiyudha, merupakan sosok paling muda. Komisioner KI Pusat yang terpilih biasanya rata-rata berumur di atas 45 tahun, sementara Arya saat ini masih berusia 38 tahun, dan merupakan komisioner termuda sepanjang sejarah Komisi Informasi berdiri.

Selesainya membuka kegiatan FGD, Wakil ketua Komisi informasi pusat langsung melanjutkan kunjungannya ke Rumah sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan kegiatan FGD di pimpin Bapak Anton dari pengurus Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia. (Abi).