lpkpkntb.com – MATARAM – Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, dai-dai Aswaja awal di Nusantara seperti Walisongo tak mengalami benturan dengan kebudayaan masyarakat Nusantara. Pasalnya, kata Clifford Gertz, dalam menyebarkan agama Islam mereka tidak hanya berperan sebagai pendakwah yang menyiarkan agama Islam,akan tetapisebagai cultural broker, makelar budaya. M.Imaduddin.
Baca juga:
Kuliah Umum yang di laksanakan di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, melibatkan seluruh civitas akademika dan perwakilan Mahasiswa, untuk mengikuti kuliah umum yang di isi oleh Dr. KH. Ahmad Suaedy.
Ketua dan Sekretaris HIMA mengutus 10 mahasiswa masing² prodi dalam acara Kuliah Umum oleh Dr. KH. Ahmad Suaedy (Ketua PBNU) dengan tema “Moderasi sebagai Pondasi Merawat Jagad Membangun Peradaban”yang dilaksanakan pada Hari kemaren : Senin, 16 Oktober 2023 Tempat Aula kampus 1 UNU NTB.
Baca juga:
Israel Laknatullah, Tumpukan Mayat Di Kuburkan, Sungguh Keji Tak Berprikemanusiaan
Dr. KH. Ahmad Suaedy menyampaikan, ” Aswaja merupakan singkatan dari Ahlussunnah wa al-Jama’ah.
Ada tiga kata yang membentuk istilah tersebut, yaitu: Ahl, berarti keluarga, golongan, atau pengikut. Al-Sunnah, secara bahasa bermakna al-thariqah-wa-law-ghaira mardhiyah (jalan atau cara walaupun tidak diridhoi). Al-Jama’ah, berasal dari kata jama’ah artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian ke sebagian lain. Jama’ah berasal dari kata ijtima’ (perkumpulan), lawan kata dari tafarruq (perceraian), dan furqah(perpecahan),” terangnya Dr. KH Ahmad Suaedy.
” Jama’ah adalah sekelompok orang banyak dan dikatakan sekelompok manusia yang berkumpul berdasarkan satu tujuan. Menurut istilah “sunnah” adalah suatu cara untuk nama yang diridhoi dalam agama, yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW atau selain dari kalangan orang yang mengerti tentang Islam. Seperti para sahabat Rasulullah. Secara terminologi aswaja atau Ahlusunnah wal jama’ah golongan yang mengikuti ajaran rasulullah dan para sahabat-sahabatnya,” jelasnya KH Ahmad. Pada Kuliah Umum yang berlokasi di Aula Kampus UNU NTB.
Sementara itu, Ibu Rektor Universitas Nahdlatul Ulama. Dr. Baiq Mulianah, M. Pd.I. Pada sambutannya, ” Kegiatan seperti ini akan memberikan manfaat besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat terutama bagi mahasiswa. Kegiatan ini sebuah kesempatan yang langka bisa mendapatkan ilmu agama secara langsung dari beliau,” tambahnya. Dia berharap agar selanjutnya bisa dihadirkan lagi ulama yang menyejukkan hati,” harapnya Rektor UNU NTB.
(Khaerul Kahfi)

