Laskar NTB Pertanyakan Pembangunan Lapangan Futsal dan Taman Harum di Kel.Monjok Kota Mataram Senilai 7 M

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2022 11 25 19 25 28 94 01f2fc057f1d083390e7716bcf2fed1a2
IMG-20221126-WA0010
IMG20221026153843
IMG-20221015-WA0080

Mataram – lpkpkntb.  Proyek pembangunan lapangan futsal dan areal sekitar taman “Mataram Harum” yang berlokasi di Kel.Monjok diduga dikerjakan tidak sesuai aturan dan nilai proyek di duga Senilai 7 M. Jumat, 25/11/22.

Bahkan salah seorang warga yang tinggal dekat pembangunan proyek ini merasa dirugikan karena tembok pagar rumahnya rusak parah setelah ditabrak oleh alat berat milik kontraktor. Ia merasa tidak ada perhatian sama sekali dari pihak kontraktor untuk ganti rugi.

Sementara, Ketua Laskar NTB Kota Mataram,  Lalu Sahrul Hadi sangat menyayangkan pengerjaan proyek yang rampung pada akhir bulan Oktober 2022 ini.

“3 (tiga) bulan yang lalu warga Monjok melapor ke saya terkait dugaan pengerjaan lapangan futsal taman harum tidak sesuai aturan”, katanya saat memberikan keterangan kepada media ini di kediamannya, Mataram 24 November 2022.

Menurut informasi yang didapat, bahwa proyek ini berasal dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram senilai 7 Milyar yang sumber dananya diambil dari sisa alokasi Dana Khusus (Dak) pembuatan “Drenase” di wilayah Gontoran senilai 19 Milyar lebih.

IMG 20221015 WA0080

Menurut Sahrul, ini melanggar prosedur. Sisa dana pembuatan drenase itu seharusnya dikembalikan dulu ke negara baru diajukan kembali untuk pembangunan lapangan futsal dan areal taman “Mataram Harum”.

Lebih lanjut ia mengatakan sudah menemui Dinas Perkim terkait pembangunan proyek tersebut, justru setelah dimintai untuk menjelaskannya ia dan warga malah dimarahi dan disuruh bertanya ke Balai Perumahan Pemukiman Wilayah (BPPW) NTB.

IMG20221121120956
Anggota LASKAR NTB Kota Mataram Saat ke Kantor Dinas Perkim Kota Mataram.

“Sudah jelas Dinas Perkim Kota Mataram yang mengerjakan proyek ini, kok kita seperti dipermainkan disuruh bertanya kesana kemari? seolah-olah menutupi masalah ini”, katanya.

Dugaan permainan di proyek ini semakin jelas karena tidak ada pemasangan papan nama proyek di lokasi pembangunan. Dan bahkan Dinas Perkim sendiri menunjukkan Papan nama proyek pembangunan drenase di wilayah Gontoran itu sebagai papan nama proyek pembangunan lapangan futsal dan areal taman “Mataram Harum” yang baru jadi di Kelurahan Monjok itu.

IMG20221026153843
Proyek tidak memiliki papan nama

Dinas Perkim sendiri mengaku sudah mensosialisasikan proyek ini ke Lurah, Kepala Lingkungan hingga warga, kata Sahrul.

Dan Laskar NTB Kota Mataram sendiri sudah beberapa kali ke proyek itu namun tidak menemukan papan nama proyek, tidak ada identitas sumber dana dan nilai kontrak.

Kedua, para pekerja tidak memiliki atau memakai septi, padahal mengakui kalau ini proyek Dinas Perkim. Ketiga, Seperti itu ada aturan dalam kontraktor! kenapa itu diacuhkan sama kontraktor? ungkapnya.

IMG20221001174024
Proyek Pembangunan Lapangan Futsal dan Taman Harum Mataram.

Selanjutnya setelah didesak, Dinas Perkim Kota Mataram berjanji akan mempertemukan Laskar NTB Kota Mataram dengan Kontraktor Pelaksana pembangunan lapangan futsal dan areal taman “Mataram Harum” tersebut, tutup Sahrul.

Sementara Salah satu Anggota DPRD Kota Mataram Komisi III, media melakukan wawancara lewat aplikasi whatsapp, namun mirisnya salah satu Anggota DPRD yang di konfirmasi lewat whatsapp tersebut, menyatakan, ” Tidak tahu ada nya proyek pembangunan lapangan futsal dan taman harum Kota Mataram, ” .

Selanjutnya, media lpkpkntb mencoba menghubungi salah satu warga yang terdampak proyek pembangunan lapangan futsal dan taman harum mataram, yang tidak ingin di sebut namanya mengatakam, ” Sangat kecewa karena tiang tembok pagar rumah hampir hambruk dikarenakan alat berat dan kendaraan yang membawa material masuk proyek, hingga saat ini belum ada kejelasan, ” katanya.

Ia juga sudah konfirmasi atas kerusakan tiang tembok pagar rumahnya ke kaling, kontraktor sampai ke dinas perkim kota mataram, tapi tidak ada maksud baik untuk menyelesaikan kerusakan tersebut, ” jelasnya.

” Dengan ada nya proyek tersebut yang semulanya memiliki saluran yang dibuat secara pribadi oleh warga, setelah ada nya pengaspalan jalan menuju proyek, saluran tersebut tidak di buatkan kembali sehingga mengakibatkan genangan air ketika air hujan turun” tutupnya warga yang tidak ingin di sebut namanya.

IMG20221011182732
Genangan air menuju lokasi proyek pembangunan lapangan futsal dan taman harum kota mataram.

Melalui WAG Remaja, salah satu dari pemuda monjok mengomentari masalah proyek tersebut, kata dia, ” Dulu sempat warga protes, dan dulu kita rencana mau turun ke jalan demo, karena tidak ada pemberitahuan alih fungsi lapangan,tapi keburu surat mediasi dari Bakesbangpol keluar dan kita kalah anggota untuk protes, ” imbuhnya.

Dari hasil investigasi media lpkpkntb bahwa, proyek tersebut sempat mendapatkan penolakan seperti yang di sampaikan warga melalui WAG menyatakan, ” Tempat nya yg ndak cocok… semntara itu lapangan utk wilayah monjok.. monjok culik keberatan, ” kata salah satu warga. Hal ini pemerintah Kota Mataram harus mendengar apa yang menjadi keluh kesah warga, terlebih proyek tersebut tidak memiliki papan nama sebagaimana yang dikritisi dari pengurus LSM Laskar NTB, sebagaimana yang telah di jelaskan dalam UU No. 14 Tahun. 2008, ” Tentang Keterbukaan Informasi Publik,”. yang berkaitan dengan pemerintahan yang demokratis dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sehingga dapat mewujudkan good governance yang baik pada publik.