lpkpkntb.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe menghabiskan Rp 1 triliun untuk dana operasional setiap tahunnya dari 2019 sampai 2022.
Selain itu, sejumlah uang dan berbagai aset puluhan miliar disinyalir sebagai hasil kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Aset yang diamankan antara lain dua emas batangan senilai Rp1,78 miliar sebagimana yang dikutip dari berbagai sumber.
Selain itu, aset Lukas Enembe lainnya berbentuk emas yang disita yakni sebuah liontin emas berbentuk kepala singa senilai Rp34 juta lebih. Juga ada 12 cincin emas bermata batu, satu buah cincin emas tak bermata, dua cincin emas putih, dan biji emas dalam sebuah tumbler yang masih ditaksir oleh pihak pegadaian.
Bukan hanya itu, ada puluhan jenis aset dalam bentuk uang dan barang yang telah disita KPK.
Lukas Enembe (LE) memang luar biasa. Bagaimana tidak, Lukas Enembe punya 4 koin emas berukir wajahnya dengan tulisan “Property of MR. Lukas Enembe”.
Di sisi satunya, terdapat ukiran gambar pulau Papua dan juga tulisan “production of MOY PAPUA”. Kini, koin tersebut disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menjelaskan, penyitaan ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan pengembalian dan pemulihan keuangan negara.
“Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengembalian dan pemulihan keuangan negara melalui asset recovery dalam TPPU, KPK melakukan penyitaan terhadap aset-aset,” kata Alexander Marwata, Senin (26/6/2023).
” Aset-aset tersebut diduga diperoleh tersangka LE dari tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi terkait proyek pembanguna infrastruktur di Provinsi Papua,” tutur Alex.
Selain itu, Dia disebut menerima suap dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijantono Lakka, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
KPK menyatakan Lukas menerima suap senilai Rp 1 miliar dan gratifikasi lain senilai Rp 10 miliar.
Suap dan gratifikasi itu ditujukan agar PT Tabi Bangun Papua mendapatkan tiga proyek besar bernilai total puluhan miliar rupiah dari Pemprov Papua. **

