lpkpkntb.com – Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB Menilai PT. ITDC Gagal Mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Minggu, 18 Juni 2023
Kami Menilai Management ITDC dan Perusahaan Holding nya Mencari Kambing Hitam atas Kegagalannya dalam mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Hal itu diungkapkan Oleh Aktivitas Muda Dan Pelaku Pariwisata NTB Lalu Ibnu Hajar, menurut penilaian kami bahwa selama ini ITDC berjalan sendiri dan tidak pernah mau melibatkan Steak Holder Yang ada di daerah dalam segala hal terutama dalam Pembangunan dan Pengembangan Mega Proyek The Mandalika.

Seperti Pemerintah Daerah Baik Pemprov NTB dan Pemda Lombok Tengah apalagi Masyarakat NTB dan Elemen Lainnya.
Untuk itu Tidak ada alasan Bagi ITDC untuk Mengaku rugi dan Akan membebankan Hutang Triliunan Untuk Negara Dan akan Menghapus Penyelenggaraan Event WSBK dan MotoGP di Sircuit Mandalika.
Kalo itu dilakukan oleh Pihak ITDC maka Sebaiknya PT. ITDC Harus Angkat Kaki dari Mandalika dan Menyerahkan Hak Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika ke Pemerintah Daerah.
Karena Ada Indikasi ITDC sebagai Perusahaan hanya mencari Keuntungan sendiri tanpa melihat kedepan bahwa Pembagunan KEK Mandalika dihajatkan Oleh Pemerintah Pusat untuk meningkatkan perekonomian dikawasan NTB dan Indonesia Timur, Khususnya di Sektor Pariwisata.
Apalagi Pariwisata NTB baru Pulih akibat Gempa dan Covid 19.
Sirkut Mandalika merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang menjadi salah satu kawasan pariwisata andalan.
Namun, Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkuit Mandalika tengah menjadi sorotan imbas merugi ratusan miliar.

Holding BUMN pariwisata InJourney menyebut salah satu kerugian terbesar berasal dari penyelenggaraan World Superbike (WSBK).
Ajang ini mereka sebut tidak menarik bagi investor untuk masuk menjadi sponsor.
Adapun kerugian dari helatan olah raga tersebut mencapai Rp100 miliar sebagaimana dilansir dari cnnindonesia.
Selain event WSBK, kerugian perusahaan juga disumbang dari penyelenggaraan MotoGP.
Penyebabnya, karena pemasukan dari iklan dan sebagainya lebih kecil dibandingkan biaya operasional.
Sementara, Bahkan cuitan, Ketua Dewan Sasak Muda Bersatu (Desak Datu). Menyoroti pernyataan pihak ITDC saat rapat dengar pendapat dengan DPR RI beberapa waktu lalu.
Dalam rapat itu ITDC mengeluhkan utang yang harus ditanggung perusahaan,
sementara event balap motor yang diselenggarakan di sirkuit dianggap membuat perusahaan rugi.
“Pernyataan ini adalah penyataan bodoh, mana ada pengelola perusahaan negara yang tidak berutang baru berdiri tiga tahun,” imbuhnya, Lalu Winengan.
Bahkan dalam cuitannya di whatshapp saat di hubungi media lpkpkntb L. Winengan menyinggung, ” Harus kita rebut jangan sampai di telantarkan, Kita ambil,” kata Dia.
Dia,” Pikir begitu bangun sirkuit lalu langsung untung. Tidak dipikirkan efek ekonomi berantai dari event di sirkuit, ” tegas Koordinator Presidium KAHMI NTB, H. Lalu Winengan.
ITDC maupun MGPA selaku penyelenggara event balap di Sirkuit Mandalika dilihatnya memang setengah hati membangun NTB.
Keluhan yang muncul saat ini adalah bukti program prestisius Presiden RI Joko Widodo tidak ingin dikembangkan.
ITDC hanya menghitung kerugian, tapi melupakan keuntungan besar yang didapat NTB lewat hidupnya pariwisata dan lain-lain.
“Karena itu saya meminta Presiden mencopot pimpinan ITDC saat ini. Dia hanya bisa mengeluh dan mengaku rugi. Sekalian saja semua event di Mandalila dihapus.
Sekalian saja kembangkan Bali saia yang punya banyak uang. Jangan NTB,” ucapnya.
Bahkan Winengan akan mengancam menghadang kedatangan Presiden Joko untuk menyuarakan evaluasi manajemen ITDC.
Sementara Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke NTB pertengahan bulan depan. (Abi).
