Mengapa Kunci Kabah Selalu di Tangan Keluarga Ini? Ini Sejarahnya!

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 04 04 20 12 27 00 f69139cffc4d135a71392e13634f144a2

lpkpkntb.com – Bani Syaibah adalah keluarga yang secara turun-temurun dipercaya sebagai penjaga kunci Ka’bah sejak zaman Jahiliyah hingga sekarang. Mereka adalah keturunan dari Qushay bin Kilab, leluhur suku Quraisy.

Tradisi ini dimulai ketika Nabi Muhammad ﷺ setelah menaklukkan Makkah pada tahun 8 Hijriah, mengembalikan kunci Ka’bah kepada Utsman bin Talhah dari Bani Syaibah, dengan sabdanya:

“Ambillah kunci ini, wahai Bani Talhah (Bani Syaibah), untuk selama-lamanya. Tidak ada yang boleh mengambilnya dari kalian kecuali orang yang zalim.”

Sejak saat itu, keluarga Bani Syaibah terus memegang amanah sebagai pemegang kunci Ka’bah. Hingga kini, kunci tersebut masih berada dalam pengawasan mereka, sebagai bagian dari tradisi dan penghormatan atas wasiat Rasulullah ﷺ.

Keturunan Syaibah

Syaibah yang terkait dengan Bani Syaibah sebenarnya merujuk pada Syaibah bin Utsman bin Abi Thalhah, salah satu keturunan dari suku Quraisy yang dipercaya sebagai penjaga kunci Ka’bah.

Namun, asal-usul utama keluarga ini berasal dari Qushay bin Kilab, nenek moyang Quraisy yang membangun kekuasaan di Makkah. Tugas menjaga Ka’bah diwariskan kepada keturunannya, hingga akhirnya sampai ke Bani Syaibah, yang hingga kini tetap menjadi pemegang kunci Ka’bah secara turun-temurun.

Nama Syaibah sendiri berarti “uban” dalam bahasa Arab. Ada juga tokoh lain dalam sejarah Islam bernama Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad ﷺ, yang aslinya bernama Syaibah bin Hasyim, tetapi dia bukan bagian dari Bani Syaibah penjaga kunci Ka’bah