lpkpkntb.com – Mukjizat suatu kelebihan yang Allah SWT berikan kepada para Nabi dan Rasul.
Hal itu diberikan untuk mendukung kebenaran kenabian/kerasulan seorang nabi/rasul.
Seperti 25 Nabi/Rasul diberikan mukjizat oleh Allah SWT. Kemudian selain nabi dan rasul yang diberikan Mukjizat, ada Waliyullah yang diberikan Allah SWT berupa karomah kepada hamba-hamba pilihan-Nya.
Untuk diketahui, karomah yakni kejadian luar biasa yang diberikan bukan kepada nabi dan rasul. Mereka yang memiliki karomah biasanya berasal dari kalangan wali.
Terkait:
Salah satu waliyullah yang diyakini memiliki banyak karomah yakni Syaikhuna Abdul Qadir Al-Jailani.
Ia merupakan seorang wali besar yang lahir pada abad 5 Hijriah atau 11 Masehi.
Syekh Abdul Qadir dilahirkan di negara Jailan. Satu negara bawahan Tobaristan, wilayah kuno bersejarah yang kini berada dalam wilayah Iran.
Kelahiran Syekh Abdul Qadir tepat pada malam pertama Ramadhan tahun 470 Hijriah.
Sementara wafatnya di negara Baghdad (Irak), tepat pada tanggal 10 Muhrarram tahun 571 Hijriah dalam usia 91 tahun.
Kemudian, sirah perjalanan atau manaqib Syaikhuna Abdul Qadir Al-Jailani. sering dibaca oleh umat Islam, terutama kalangan Nahdliyin.
Di dalamnya terdapat kisah-kisah semasa hidup Syekh Abdul Qodir, termasuk karomah-karomahnya.
Kemudian, karomah Syaikhuna Syaikhuna Abdul Qadir Al-Jailani. terdapat dalam buku Karomah Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang ditulis M. Zainuddin.
Menurut Syaikhuna Abdul Qadir Al-Jaelani 3 Dasar Kemampuan Seorang Guru
Melansir laman NU Online, KH Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren (2001) mencatat, pelajaran yang diselami puluhan tahun diperoleh dari guru-guru besar yang terkenal di zamannya.
Kemudian, mempunyai urutan yang bersambung dari misalnya Al-Qadli Abi Said al-Mubarak bersambung pada Syekh Abi Hasan Ali bin Abi Yusuf Al-Quraisyi hingga Abil Qasim Junaidi al-Baghdadi hingga Abu al-Hasan Ali Ar-Ridla,
Lalu, Musa al-Kazim, Ja’far as-Shadiq sampai kepada Muhammad al-Baqir dan Zainal Abidin yang langsung dari Sayyidina Ali, dimana yang belakangan ini memperolehnya dari Rasulullah SAW.
Ucapan Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang sangat terkenal di antaranya: “Tidak layak bagi seorang guru yang hendak mengajarkan ilmunya kepada orang banyak sebelum menguasai kebijaksanaan tiga perkara;
Pertama: ilmu al-ulama (pengetahuan ukuran ulama),
kedua: siyasat al-muluk (pengetahuan politik raja-raja), dan
ketiga: hikmat al-hukama (hikmat kebijaksanaan para hukama). (KH Saifuddin Zuhri, 2001: 41).
Namun, dalam standar Kompetensi seorang guru melalui aturan pemerintah,
Empat kompetensi yang wajib dimiliki seorang pendidik yaitu, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Oleh karena itu, untuk menjadi pendidik yang berkompeten dan berkualitas dibutuhkan keempat kompetensi pendidik tersebut.
