Tarif Listrik PLN Februari 2026 untuk Semua Golongan, Berikut Rinciannya

Avatar of lpkpkntb
Tarif Listrik PLN Februari 2026
Tarif Listrik PLN Februari 2026.Source:ai/lpkpkntb.com.

Plpkpkntb.com – Tarif Listrik  Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik yang berlaku sepanjang Februari 2026. Dalam keputusan tersebut, tarif listrik PT PLN (Persero) bagi seluruh pelanggan, baik prabayar (token) maupun pascabayar, dipastikan tidak mengalami perubahan selama Triwulan I 2026, yakni Januari hingga Maret.

Baca:KPK Belum Menahan Gus Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Ini Alasannya!

Dengan ketetapan ini, tarif listrik yang berlaku pada 2–8 Februari 2026 masih sama seperti periode sebelumnya. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh golongan pelanggan, baik yang menerima subsidi maupun nonsubsidi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan tarif listrik di awal tahun.

Baca juga: Tarif Listrik 26–31 Januari 2026 untuk Semua Pelanggan PLN

Penetapan tarif listrik tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Regulasi ini mengatur bahwa tarif listrik, khususnya bagi pelanggan nonsubsidi, dapat disesuaikan setiap triwulan berdasarkan sejumlah parameter ekonomi makro.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa secara prinsip tarif listrik memiliki potensi untuk berubah. Namun, pemerintah memilih mempertahankan tarif demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

“Berdasarkan perhitungan parameter ekonomi, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujar Tri.

Baca:Kementerian ATR/BPN Buka Lowongan Kerja 2026, Ini Syarat dan Jurusan yang Bisa Mendaftar

Adapun parameter yang menjadi acuan penyesuaian tarif listrik meliputi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP), tingkat inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA). Meski terdapat dinamika pada indikator tersebut, pemerintah menilai stabilitas tarif listrik tetap menjadi prioritas.

Rincian Tarif Listrik PLN Periode 2–8 Februari 2026

Berdasarkan laman resmi PLN, berikut rincian tarif listrik yang berlaku:

Pelanggan rumah tangga (non-subsidi):

  • R-1/TR 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • R-3/TR, TM di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Pelanggan bisnis:

  • B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • B-3/TM, TT di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Pelanggan industri:

  • I-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh

Fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum:

  • P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • P-2/TM di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • P-3/TR penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  • L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52 per kWh

Pelayanan sosial:

  • S-1/TR 450 VA: Rp 325 per kWh
  • S-1/TR 900 VA: Rp 455 per kWh
  • S-1/TR 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • S-1/TR 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh
  • S-2/TM di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh

Rumah tangga bersubsidi:

  • R-1/TR 450 VA: Rp 415 per kWh
  • R-1/TR 900 VA: Rp 605 per kWh

Dengan kebijakan ini, tarif listrik PLN periode 2–8 Februari 2026 dipastikan tetap stabil untuk seluruh golongan pelanggan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menjaga daya beli masyarakat, memberikan kepastian biaya listrik, serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di awal tahun 2026.