lpkpkntb.com – OPINI – Suara hingar bingar Anak bangsa ,berteriak perubahan…, terdengar sampai kepolosok Desa Dan kampung, yang konon, belum tersambung baik infrastruktur disekitar mereka, jalan atau jembatan penyebrangan seadanya.
Disana ada anak kecil mau belajar ,bahkan Ada yang berenang bertarung nasib masuk ke kota, berbekal dendam cita cita dalam hatinya, “mengapa Aku tertinggal ” mengapa hanya mereka bisa?
Baca juga:
Banyak yang Kurang Tahu Beografi Imam Syafi’i Pendiri Mazhab Syafi’i dan 13 Pesan nya
Entahlah, tapi anak anak Itu dipaksa Menjadi besar Dan dewasa karena kekerasan keadaan, yang penting bagaimana bisa survive, bisa hidup, hanya ada satu tekat, maju kedepan, belajar Dan bisa mencapai kesarjanaan “SI”.
OK lah… Rasanya Capek Kita melihat keadaan Ini, ketika Pamuda Itu hadir ditahun politik 2023 -2024 makin sesak nafasnya, membaca Berita perkembangan demokrasi di negri mahakaya ini,kaya manusia manusia Hebat, manusia manusia pintar, peneliti Hebat.
Banyak Profesor, tapi tidak Berani bersuara melihat Kulit Kulit demokrasi terkoyak koyak begitu saja…?
Ada apakah sehingga nalar Dan NURAni Hilang dari peredaran begitu saja… ,entah lah.
Ketika saat lain waktu kesempatan kita nonton di telivisi bahwa seorang tokoh Nasional ,seorang pemimpin negara, akan turut cawe cawe dalam percaturan politik, menjelang pilpres 2024.
ASTAGA! Pemilih Penerima Uang 72 Persen KPK Sebutkan Dari Jenis Kelamin ini!
Sontak anak Muda itu berfikir Bagaiamana bisa teori teori Dan aturan berdemokarsi.. Yang selama ini menjadi referensi selama duduk di bangku Perkuliahan, beda di Demokrasi kehidupan saat Ini. Semua terbungkam…
Kenapa tidak, yah..
Kasus 349 t, Kasus Sambo Dan terakhir, Kasus panji gumilang,sudah dieksekusi Mati..? Tak berbekas di memori rakyat,siapa yang menjadi benteng beliau selama ini..,kebebasan perdebatann berfikir terkunci untuk semua itu.., Entahlah lah..
Reformasi 1998 ,Melahirkan di ujung nya “KPK” Lumpuh tidak bisa memberSihkan Gejala nepotisme, sampai saat Ini laporan Salah seorang inteluekTualatin Ubaidillah, Tentang Adanya penyalahgunaan kekuasaan dilingkungan Istana, kaesang Dan gibran ada terindikasi dapat pasokan Dana dari seorang konglomerat (tempo),sampai saat Ini Belum Ada Gerakan “kpk;”….entahlah.
Eh Malah nama nama itu ada yang jadi tokohnya Dihormati di solo, Dan lainya baru masuk partai psi, Hari Ini eh besok jadi dah jadi ketua Umum tetpilih partai PSI.
REKOMENDASI DESTINASI PANORAMA BUKIT AUR SEDAU NARMADA LOMBOK BARAT
Sementara anak yang dari Desa berenang Berjuang sampai kota tidak bisa berbuat apa( Faisal ASSEGSFF)
….itulah… Gambaran sementara demokrasi yang terkoreksi… ,siapa yah yang bisa memperbaiki nya sebelum Masuk tahun 2024.
(Nasruddin Alsan).
