Terobsesi Harga Organ Mahal, Penculikan dan Pembunuhan Anak Berhasil di Ringkus Ini Video Lengkapnya

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Indonesia mengalami peningkatan kasus penculikan anak dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera dari pemerintah dan masyarakat.

Seperti yang di unggah melalui channel youtube Official Net news pada tanggal 24 Januari 2023, ketika menangkap pelaku penculikan anak yang akan di jual mata dan ginjalnya, setelah membuka situs luar negeri dan pelaku tergiur untuk melakukan aksi penculikan anak yang terjadi di makassar sulawesi selatan.

Kepolisian Panakkukang Makassar mendapati identitas pelaku dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penculikan anak.

Pelaku nekad melakukan penculikan lantaran teropsesi dengan mahalnya harga organ manusia. Silahkan tonton lengkapnya dan tetap waspada!

 

Kedua penculik anak di Makassar, Sulawesi Selatan, sudah merencanakan aksinya sejak Desember 2022 lalu. Selama itu pula mereka berkeliling memantau untuk mencari calon korban. Dari pemeriksaan kedua tersangka juga diketahui jika salah satu pelaku sudah berusia 18 tahun dan terancam hukuman mati. di kutip dari kompas.id  Sabtu, (4/2/23).

Kemudian, Polisi merekonstruksi penculikan dan pembunuhan M Fadil Sadewa (11), Selasa (17/1/2023). Rekonstruksi digelar di Markas Komando Satuan Brigadir Mobil Polda Sulawesi Selatan. Dalam rekonstruksi ini terdapat 35 reka adegan.

fed74122 1a3b 43e3 b579 d1050adc8e57 jpeg
KOMPAS/RENY SRI AYU ARMAN.

Adegan dalam rekonstruksi diperankan oleh F (18) dan untuk pelaku A (17) adegan digantikan oleh petugas. Rekonstruksi berlangsung dalam penjagaan ketat dan turut dihadiri jaksa penuntut.

Rekonstruksi dimulai dengan adegan saat kedua pelaku merencanakan aksi pada Desember tahun lalu. Pelaku utama penculikan dan pembunuhan ini sekaligus yang punya ide adalah A (17). Dia pula yang diketahui sudah lama mencari informasi terkait penjualan organ tubuh dan menemukan alamat surat elektronik. Berbekal alamat surat ini dan penawaran yang dikirimkan, pelaku kemudian nekat menculik.

Pelaku lalu mengambil kantong sampah di sekitar rumah. Isi sampah dibuang dan kantongnya digunakan membungkus mayat korban. Mayatnya dibuang di kolong jembatan di Jalan Inpeksi PAM Timur, Waduk Nipa-Nipa.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Komisaris Jufri Natsir yang memimpin rekonstruksi mengatakan, berkas perkara kasus ini akan dilimpahkan ke kejaksaan secepatnya.

”Kami berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan akan mengirim berkas perkara secepatnya. Berkas perkara akan dibagi, satu untuk pidana anak dan satu dewasa karena diketahui salah satu pelaku berusia 18 tahun. Untuk pelaku dewasa ancaman hukumannya seumur hidup hingga hukuman mati,” kata Jufri.

Jufri juga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan psikolog dan psikiater, keduanya dinilai tidak memiliki gangguan kejiwaan.

Kasus penculikan dan pembunuhan Dewa terjadi pada Minggu (8/1/2023) lalu. Dia diculik dari depan sebuah minimarket di Jalan Batua Raya, Makassar. Pelaku menculiknya karena tergiur menjual organ tubuhnya dengan harga mahal.