TIGA SIFAT YANG DICINTAI ALLAH

Avatar of lpkpkntb
images 2
Ilustrasi. Wanita Berjilbab Sedang Berlatih Memanah.Photo (Olahraga dalam perspektif Agama Islam Hasbi/Istimewa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, merasa cukup dan menyembunyikan amalannya.” [HR. Muslim 2965]

Yang dimaksud dengan

[1] Taqiy yaitu seorang yang senantiasa melaksanakan segala yang diwajibkan oleh Alloh dan menjauhi segala larangannya, semata-mata ingin meraih keridhaan Alloh dan takut akan adzab atau siksa-Nya.

Baca Juga: Syaikhuna Qadir Al-Jaelani: Untuk Menjadi Pendidik yang Berkompeten dan Berkualitas dibutuhkan 3 kompetensi Pendidik Ketika Mengajar

[2] Ghaniy yaitu orang yang kaya jiwa atau hatinya dan tidak meminta-minta kepada manusia, melainkan dia berkecukupan terhadap rezeki pemberian Alloh yang ia dapatkan dari hasil usahanya.

1720566612163
Buku Referensi Olahraga.

[3] Khafiy yaitu seorang yang tidak menyebut-nyebut amal kebaikannya dan senantiasa menyibukkan diri untuk beribadah kepada Alloh dan dzikir kepada-Nya serta menyibukkan diri dengan amal-amal yang bermanfaat bagi dirinya.

Barangsiapa yang dapat mengumpulkan ketiga sifat ini, maka sesungguhnya Alloh akan cinta kepadanya, karena ia telah bertakwa kepada Alloh, sedangkan Alloh itu mencintai orang-orang yang bertakwa dan juga karena dia merasa cukup terhadap apa yang Alloh anugerahkan kepadanya.

1720566634527
Buku Referensi Pembelajaran Olahraga dan Psikologi Olahraga. Toko Buku Airlangga.

Dan siapa saja yang bersikap seperti ini, niscaya Alloh akan mencukupinya dan mencintainya. Dan juga ketika kedua sifat itu ditambahkan dengan sifat yang ketiga, yaitu seseorang yang banyak beramal kebaikan dan menyembunyikannya dari manusia menjadikan sempurnanya kebaikan dia, sehingga terfokus hanya berbuat baik dengan niatan hanya untuk Alloh bukan untuk mendapatkan pujian manusia.

Itulah hamba yang ber-uzlah (mengasingkan diri) dari hiruk pikuknya manusia dengan urusan dunia mereka.

Wallohu a’lam

Dinukil dengan terjemahan Taudhihul Ahkam syarh bulughul maram, Syaikh Abdulloh Alu Bassam

Semoga kita mendapatkan Rahmat dan MaghfirahNYA.  Aamiin.